Tampang dan Peran Sadis Empat Pelaku Pembunuhan Tapir yang Disembelih lalu Dimasak Rica-rica di Mesuji Lampung
- Istimewa
Adapun tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung langsung melakukan pengecekan tutupan lahan sekaligus mengidentifikasi di sekitar lokasi kemunculan tapir. Tujuannya untuk memastikan kondisi habitat hewan yang juga disebut tenuk itu aman.
"Dari pihak Polres Mesuji langsung melakukan pengejaran dan mengecek pos keberadaan tapir dalam kejadian tersebut," terangnya.
Sayangnya video berdurasi 19 detik yang viral muncul saat pihak berwenang bergerak menuju lokasi. Di dalamnya menunjukkan aksi pengejaran hingga kondisi tapir telah termutilasi.
Tapir tersebut tampaknya telah dibunuh oleh sekelompok warga. Bagian kepalanya terpisah dari badan hingga bagian tubuh lainnya dipotong dan diletakkan di atas daun pisang di sebuah lahan terbuka.
Ironisnya, dalam sebuah foto yang beredar, salah satu pelaku tampak menantang sambil mengacungkan jari tengah hingga tersenyum di hadapan kamera.
Bukti-bukti kuat ini mendorong pihak kepolisian melalui Polres Mesuji langsung melakukan pengejaran. Pada 2 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, polisi berhasil meringkus empat dari enam pelaku, sedangkan dua orang lainnya masih DPO.
"Dalam waktu 5 jam, anggota Polres Mesuji telah mengamankan empat pelaku. Ini berawal dari penangkapan pelaku berinisial W, kemudian dilakukan perkembangan bersama-sama dengan anggota juga lalu menemukan tersangka berinisial K, T, serta M," paparnya.
Berdasarkan hasil perkembangan terbaru, seekor tapir yang ditangkap mereka kemudian dimasak dalam bentuk rica-rica. Adapun dagingnya juga dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Motif pembunuhan masih dalam proses penyelidikan, termasuk ilmu pengetahuan pelaku mengenai status tapir sebagai hewan dilindungi oleh undang-undang, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 7 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.
"Masih didalami karena untuk tapir di situ seruing ditemui oleh masyarakat setempat," katanya.
(hap)
Load more