Mengenal Doktrin Baru TNI ‘Perisai Trisula Nusantara’, Jawaban Indonesia Hadapi Perang Modern
- Istimewa
Meski demikian, pengamat menilai keunggulan utama Perisai Trisula Nusantara terletak pada pendekatannya yang disesuaikan dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan jalur laut strategis dunia.
Namun, doktrin baru tersebut disebut tidak akan efektif tanpa diiringi penguatan kemampuan nyata di lapangan.
Beberapa tantangan besar yang masih harus dibenahi antara lain interoperabilitas antarmatra melalui sistem komando digital terintegrasi, pembangunan kekuatan siber dan kecerdasan buatan, pengembangan satelit pertahanan, hingga penguatan industri pertahanan nasional agar tidak terus bergantung pada impor.
Selain itu, pendidikan militer juga dinilai perlu beradaptasi dengan perkembangan perang modern, termasuk memasukkan perang kognitif, operasi informasi, dan analisis data sebagai kompetensi utama perwira masa depan.
Latihan gabungan TNI pun didorong semakin fokus pada simulasi perang multidomain yang melibatkan operasi laut, udara, darat, siber, hingga perlindungan infrastruktur strategis nasional.
Di tengah meningkatnya persaingan kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik, Perisai Trisula Nusantara dipandang sebagai sinyal bahwa Indonesia mulai melakukan transformasi cara berpikir strategis dalam sistem pertahanannya.
Keberhasilan doktrin ini nantinya tidak hanya diukur dari konsep atau dokumen yang dibuat, tetapi dari kemampuan TNI membangun kekuatan yang benar-benar modern, terpadu, adaptif, dan mampu memberikan efek tangkal yang kuat di kawasan. (Ant/cmi)
Load more