Detik-detik Jasad Aiptu Sumaryanto Ditemukan Mengapung di DAS Katingan, Sempat Hilang Usai Gerebek Bandar Sabu
- Instagram @polresta_palangkaraya
Jakarta, tvOnenews.com - Detik-detik penemuan jasad Aiptu Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Jasad Aiptu Sumariyanto ditemukan berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di daerah aliran sungai (DAS) Katingan, Desa Rantau Asem pada Minggu (5/7/2026) pagi.
Penemuan itu sekaligus menambah daftar korban gugur dalam operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei menjadi tiga orang.
Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana juga dipastikan meninggal dunia dalam rangkaian operasi tersebut.
- Antara
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melibatkan tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat.
Penyisiran dilakukan menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil menyusuri aliran Sungai Katingan, kawasan hutan di bantaran sungai, hingga memperluas area pencarian ke Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah tim menerima informasi dari seorang anggota TNI yang menemukan sesosok jenazah di aliran sungai.
"Pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam bahwasanya ada mayat di Sungai Desa Rantau Asem (sekitar 4 km dari TKP Desa Tumbang Kalemei), kemudian Babinsa memberitahukan tim pencarian dan tim menuju ke lokasi," kata Eko.
Setelah dilakukan identifikasi di lokasi, jenazah dipastikan merupakan Aiptu Sumaryanto yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak operasi berlangsung pada awal Juli lalu.
Korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk penanganan lebih lanjut.
"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara-Palangkaraya," ujarnya.
Kronologi Penggerebekan
Peristiwa tragis itu bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu malam, 1 Juli 2026.
Operasi dilakukan setelah polisi memperoleh informasi masyarakat yang mengarah kepada seorang target berinisial BIO, residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan penindakan.
Load more