India Siap Revitalisasi Prambanan, Fadli Zon Ungkap 200 Lebih Candi Perwara Masih Terbengkalai
- Abdul Gani Siregar-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com — Rencana kerja sama Indonesia dan India dalam proyek konservasi Candi Prambanan mulai memasuki tahap yang lebih konkret.
Pemerintah mengungkap masih terdapat lebih dari 200 Candi Perwara di kompleks Prambanan yang belum direvitalisasi, sehingga dukungan India dinilai dapat mempercepat upaya pelestarian salah satu candi Hindu terbesar di dunia tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan ketertarikan India untuk terlibat dalam revitalisasi Candi Prambanan sebenarnya telah disampaikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi sejak sekitar satu setengah tahun lalu.
Kini, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui peluncuran proyek konservasi yang dilakukan bersama Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan Modi ke Yogyakarta.
“Oh ya, jadi memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu. Nah, sekarang, besok ya beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan,” ujar Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Fadli mengungkapkan tantangan terbesar dalam pelestarian Prambanan saat ini bukan berada pada tiga candi utama yang telah selesai direvitalisasi, melainkan pada ratusan Candi Perwara yang mengelilinginya.
“Ada seperempat bagian dari Candi Prambanan yang memang yang namanya Perwara, itu candi-candi kecilnya itu belum kita revitalisasi. Dari dua ratusan itu baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah, sudah semua,” katanya.
Menurut Fadli, pemerintah menyambut positif keinginan India untuk berpartisipasi dalam pelestarian warisan budaya tersebut.
Keterlibatan India dinilai relevan mengingat Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus memiliki nilai historis yang erat dengan peradaban India.
“Jadi kita tentu menyambut baik ya keinginan dari pihak India juga untuk mendukung kita merevitalisasi candi-candi Hindu, dalam hal ini khususnya adalah Candi Prambanan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan nilai investasi maupun besaran anggaran yang akan dikucurkan dalam proyek tersebut.
Fadli mengatakan pihak India masih melakukan kajian teknis sebelum menentukan bentuk dukungan yang akan diberikan.
“Belum, mereka masih mau mengkaji,” katanya saat ditanya mengenai nilai kesepakatan kerja sama.
Ia menambahkan pemerintah Indonesia sebenarnya telah lebih dulu menjalankan revitalisasi terhadap sejumlah candi lain di kawasan tersebut, seperti Candi Plaosan, Candi Sewu, hingga Candi Mendut.
“Tapi kita sendiri kan sudah melakukan sejumlah revitalisasi cukup banyak di Candi Plaosan, sebentar lagi Candi Sewu, Candi Mendut ya, dan yang lain-lain. Tapi khusus Prambanan, mereka sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar ya yang ada gitu ya dengan tiga candi utama dan dua ratusan Perwara,” ucapnya.
Fadli juga mengakui kebutuhan anggaran revitalisasi Prambanan diperkirakan cukup besar.
Namun, hingga kini pemerintah masih menghitung kebutuhan biaya karena harus mempertimbangkan aspek teknis konservasi, termasuk ketersediaan batu asli dan detail ukiran yang telah berusia lebih dari seribu tahun.
“Ya memang cukup besar. Tapi kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kita apa, kaji terutama ketersediaan nanti batu-batu dan ukiran-ukiran yang ada,” katanya.
Ia menilai pengalaman India dalam konservasi candi-candi Hindu akan menjadi nilai tambah yang dapat mempercepat proses revitalisasi Prambanan.
“Karena ini kan sudah lebih dari seribu tahun dari abad ke-9 ya, dan tentu dengan expertise juga dari mereka terhadap candi Hindu, saya kira ini akan membantu kita untuk mempercepat proses revitalisasi. Kita sih inginnya harapannya cepat,” ujar Fadli.
Saat ini, kedua negara juga tengah mematangkan mekanisme kerja sama melalui pembahasan tim teknis yang akan kembali bertemu dalam waktu dekat untuk menentukan ruang lingkup kolaborasi.
“Iya, iya. Artinya dari sana berapa, berapa paling banyak yang akan kerja sama? Ini sudah ketemu di awal timnya, tapi akan ketemu lagi nanti dalam waktu dekat,” katanya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan dirinya bersama Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan proyek konservasi Candi Prambanan dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.
Menurut Modi, Candi Prambanan yang telah berdiri lebih dari seribu tahun merupakan simbol kuat warisan budaya bersama India dan Indonesia yang merefleksikan hubungan peradaban kedua negara selama lebih dari satu milenium. (agr/nsi)
Load more