Fadli Zon Pastikan Bangunan Baru di Kompleks Istana Kepresidenan Tak Langgar Aturan
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon memastikan pembangunan gedung baru di kawasan Istana Kepresidenan telah dikaji secara maksimal dan tidak melanggar ketentuan pelestarian cagar budaya.
Menurutnya, bangunan yang tengah menjadi sorotan publik itu tidak didirikan di atas bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Karena itu, pembangunan tersebut tidak menimbulkan persoalan dari sisi regulasi pelestarian warisan budaya.
"Tidak ada masalah saya kira. Kita kan ada bangunan-bangunan yang merupakan cagar budaya, tetapi ini bukan di bangunan cagar budaya. Jadi tidak ada masalah," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Rabu, 8 Juli 2026.
Di sisi lain, ia menjelaskan, pelanggaran baru terjadi apabila bangunan yang telah berstatus cagar budaya dibongkar atau diubah tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku. Fadli mencontohkan kasus pembongkaran bangunan cagar budaya di Gorontalo yang
Menurutnya, tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan aturan pelestarian.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan pembangunan gedung baru tersebut dilakukan di area yang sebelumnya merupakan lahan kosong dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang tetap mempertahankan karakter historis Istana sebagai living heritage.
"Karena dia di tanah yang juga kosong dan memang untuk keperluan ini, bagian dari living heritage, tidak mengubah yang lain," ujarnya.
Terkait adanya perubahan pada bagian pilar yang disebut dimajukan, Fadli menyatakan hal itu juga tidak menjadi persoalan.
Menurutnya, seluruh aspek konstruksi dan tampilan bangunan telah melalui proses kajian sebelum pembangunan dilakukan.
"Pada dasarnya yang mendukung termasuk konstruksi tampilan aslinya itu semuanya sudah melalui satu kajian juga," jelasnya.
Mengenai fungsi bangunan baru tersebut, Fadli mengungkapkan bahwa Istana Kepresidenan saat ini membutuhkan tambahan ruang untuk mengakomodasi kegiatan berskala besar.
Selama ini sejumlah agenda kenegaraan kerap menggunakan tenda karena keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Ia menyebut gedung baru itu kemungkinan akan difungsikan sebagai bangunan serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pertemuan dan acara kenegaraan.
"Kita ini kan di sini kekurangan tempat untuk melakukan pertemuan-pertemuan yang besar, makanya beberapa kali selalu pakai tenda. Mungkin gedung semacam serbaguna," kata Fadli.
Rahmat Fatahillah Ilham
Load more