Reaksi Keras Hotman Paris usai Orang Tua Santri Korban Dibakar Senior di Pesantren Menjerit Cari Keadilan
- Antara
Sementara, dua santri lainnya bernama Moh. Reyhan dan Yusuf Sapi'i berhasil selamat. Reyhan tidak mengalami luka bakar, sedangkan Yusuf luka ringan di bagian kaki.
Berdasarkan dari pengakuan salah satu korban yang mengalami luka bakar, ia mengaku sempat mendapat tindakan perundungan atau bullying dari kakak kelasnya.
Korban masih duduk di kelas 1 SMP, sementara kakak kelasnya sebagai terduga pelaku duduk di kelas 3 SMP. Dari aksi dugaan bullying, korban menceritakan kronologi sebenarnya.
Beragam Versi Kronologi Kasus Santri Dibakar Senior
Berdasarkan versi kronologi dari pihak korban, ia menceritakan kejadian sebenarnya bermula akibat aksi bullying dari kakak kelasnya.
Korban yang baru duduk di kelas 1 SMP itu sempat mengadukan peristiwa bullying kepada Pimpinan Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW.
Terduga pelaku tampaknya mengetahui upaya dari korban. Hal ini membuat siswa kelas 3 SMP tersebut mengancam bahwa siswa kelas 1 SMP itu akan dibakar.
Pihak ponpes justru membantah adanya ancaman adanya pembakaran terhadap korban. Pihak pesantren justru menegaskan bahwa, peristiwa tersebut murni kecelakaan.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Sayangnya pihak keluarga dilarang bertemu dengan pihak lain lantaran ruangan dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Hal ini selaras dengan versi kronologi yang beredar di ruang publik. Dari keterangan surat resmi kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah dengan Nomor B-043/Kk.18.02/3/PP.00.07/06/2026, peristiwa pembakaran ini terjadi di dalam sebuah ruangan.
Kelima santri berencana akan membuat ketapel. Salah satu santri bernama Moh. Reyhan menyuruh temannya (Sobirin) membeli bensin agar meluruskan kayu yang bengkok sebagai bahan pembuatan ketapel.
Selepas itu, kelima santri tersebut masuk ke dalam sebuah ruangan hingga mengunci pintu. Mereka pun mulai melancarkan aksi pembuatan ketapel setelah memasukkan bensin ke dalam botol dan mika bekas.
Alih-alih berhasil, botol berisi bensin tersenggol oleh salah satu santri. Hal ini membuat bensin tumpah ke kasur bekas pengasuh ponpes dulu dan tidak sengaja tersambar oleh api.
Load more