Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Awasi MBG: Lapor TikTok, Tim Langsung Turun
- Dok. Setpres
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan seluruh jenjang pemerintahan, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, camat hingga kepala desa.
Langkah ini diambil untuk menutup celah penyimpangan yang dinilai dapat mengurangi kualitas makanan bagi jutaan penerima manfaat, terutama anak-anak.
Dalam peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), Prabowo menegaskan program MBG merupakan investasi besar negara untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, ia tidak ingin program tersebut dirusak oleh oknum yang mengambil keuntungan pribadi.
“Saya ingin Indonesia hebat. Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan, tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang menyusup ke tubuh MBG untuk jadi maling di situ,” kata Prabowo, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Presiden meminta seluruh pemerintah daerah aktif mengawasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah masing-masing. Setiap dugaan penyimpangan, kata dia, harus segera dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) atau langsung kepada dirinya agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa, laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang, ngomong di TikTok, langsung aku kirim tim untuk selesaikan,” tegasnya.
Tidak hanya pemerintah daerah, Prabowo juga menginstruksikan jajaran TNI dan Polri untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Namun, ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara profesional dan tidak disalahgunakan sebagai sarana mencari keuntungan.
“Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil, mau ngerjain. Jangan. Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Manggil-manggil minta setoran,” ujarnya.
Prabowo meyakini pengawasan terhadap MBG tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah. Menurutnya, masyarakat kini memiliki peran besar karena semakin mudah menyampaikan laporan apabila menemukan pelanggaran.
“Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget,” katanya.
Presiden juga memberi perhatian khusus terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Ia mengingatkan agar pengelola dapur MBG tidak mengurangi porsi maupun kualitas menu demi keuntungan pribadi.
“Negara kaya Amerika satu ayam dipotong empat. Satu orang makan seperempat ayam. Kalau kita satu ayam dipotong delapan atau sepuluh paling kecil. Jangan pula dipotong 18 atau 20,” jelasnya.
Kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, Prabowo meminta penyajian menu dibuat sederhana namun tetap memenuhi standar gizi. Ia bahkan mencontohkan penyajian telur rebus atau telur ceplok dibanding telur dadar yang berpotensi dicampur dengan bahan lain sehingga mengurangi kandungan gizi.
“Ibu Nanik, jangan bikin telur dadar. (Buat) telur rebus atau ceplok. Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam. Bisa empat orang makan satu (telur) ayam,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, keberhasilan MBG akan menentukan kualitas generasi Indonesia pada masa depan. Asupan gizi yang cukup sejak usia dini akan memengaruhi perkembangan otak, tulang, dan otot anak sehingga mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang produktif.
“Dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal,” ujar Prabowo.
Meski demikian, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang belum menikmati manfaat program MBG. Ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah terus memperluas cakupan program secara bertahap.
“Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu,” kata Prabowo. (agr/ree)
Load more