Awasi Penanganan Kasus Mantan Jampidsus, Komisi III DPR segera Gelar Rapat Panja: Mulai Besok
- (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan kasus mega korupsi yang menyeret nama mantan Jampidsus Febrie Adriansyah masih menjadi sorotan publik, terutama terkait penanganannya. Kini, Komisi III DPR RI segera menggelar rapat Panitia Kerja (Panja) khusus, untuk mengawasi penanganan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah jelaskan, bahwa Panja tersebut akan mulai menyusun mekanisme pengawasan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan berkepastian hukum.
Bahkan ia menyebutkan, rapat awal Panja dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat untuk membahas bentuk pengawasan yang akan dilakukan DPR terhadap penanganan perkara tersebut.
"Mulai besok kita rapat di panja. Bahas  bentuknya gimana pengawasannya, nanti tergantung kesepakatan fraksi-fraksi," ucap Abdullah saat ditemui wartawan, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).
Menurut Abdullah, jadwal rapat masih menyesuaikan agenda Komisi III DPR yang cukup padat dalam beberapa hari ke depan.
Satu di antara agenda yang juga akan dibahas adalah Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai Perampasan Aset.
"Antara besok atau lusa, karena besok sudah ada jadwal RDP (Rapat Dengar Pendapat) Perampasan Aset," jelasnya.
Terkait substansi perkara yang menjadi objek pengawasan Panja, Abdullah menegaskan Komisi III masih mengumpulkan berbagai informasi dan belum masuk ke pembahasan teknis secara mendalam.
"Oh kita belum tahu, kalau kita secara teknis kan kita belum terlalu detail seperti apa," bebernya.
Ia juga memastikan DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memperoleh perkembangan terbaru terkait penanganan kasus tersebut.
"Ya, terus kita koordinasi terus," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman menyebutkan bahwa Panitia Kerja (Panja) Komisi III DPR RI memastikan akan turun langsung mengawal proses penggeledahan lanjutan dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
"Ya, betul, betul. Hadir (ikut penggeledahan). Biar tidak ada fitnah," ucap Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Bahkan ia menyebutkan bahwa mereka akan hadir guna mencegah spekulasi negatif terkait pengamanan barang bukti bernilai fantastis dalam kasus tersebut.
Selain itu, Habiburokhman berkelakar bahwa pengawasan itu dilakukan agar tidak ada manipulasi barang bukti sitaan di lapangan.
"Jangan sampai ada uang yang ditukar lah ya, kan? Jangan-jangan batangan emasnya ditukarkan dengan isinya cokelat," jelas Habiburokhman.Â
Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman bocorkan pesan menohok Presiden Prabowo Subianto terkait perkara dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.Â
Kata dia, Presiden Prabowo menginginkan seluruh aparat penegak hukum tetap solid dan bekerja maksimal.
"Pokoknya kalau Pak Prabowo kan pasti penginnya para penegak hukumnya solid ya, all out. Dan tadi kita sudah bahkan sudah komit kita solid. Saya pertemukan Kortas sama Jampidsus, insyaallah solid," ucap Habiburokhman di Kompleks Senayan, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa Komisi III ingin memastikan penanganan perkara berjalan profesional dan tidak mengganggu soliditas antarpenegak hukum.
Bahkan dalam hal ini, Komisi III DPR RI pun memutuskan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengawal penanganan perkara yang menyeret Febrie Adriansyah.
Selain itu, Habiburokhman menjelaskan, bahwa panja akan memanggil seluruh pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.
"Semua dipanggil," jawabnya saat ditanya pihak-pihak yang akan dipanggil Panja Komisi III.
Habiburokhman juga menegaskan Panja dibentuk sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap aparat penegak hukum. Menurutnya, Komisi III tidak akan terlibat dalam penyidikan, tetapi hanya mengawasi agar seluruh proses berjalan secara transparan dan akuntabel.
"Bukan dilibatkan. Kami ini pengawas mereka. Kami beda level, kami di atasnya mereka. Kita akan mengawasi langsung," jelasnya. (aag)
Load more