News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Senin, 13 Juli 2026 - 17:13 WIB
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa
Sumber :
  • istimewa - tv parlemen

Jakarta, tvOnenews.com - Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI, pada Senin (13/7/2026).

Rumah datang ke DPR dengan menggunakan kursi roda, tak kuasa membendung air matanya, ketika Komisi III DPR RI melontarkan pertanyaan terkait kasus anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan itu, ia pun menyampaikan sepucuk surat untuk Presiden Prabowo Subianto. Surat itu dibacakan oleh kuasa hukumnya dari Tim Hotman Paris 911. Hal ini karena Rumah tak berdaya lagi untuk membacakan surat itu, lantaran kepedihan mendalam sangat amat terasa.

Melalui surat itu, Rumah menyampaikan bahwa anaknya datang ke ponpes untuk menuntut ilmu agama, bukan untuk mengalami penyiksaan. 

“Saya mengetuk pintu hati Bapak Presiden sebagai bapak dari seluruh anak di Indonesia. Anak saya ke pondok pesantren untuk belajar agama agar jadi anak yang baik bukan untuk disiksa, ditelanjangi oleh anak pemilik ponpes, lalu dibakar sampai mati,” bunyi surat itu.

Rumah menyampaikan pihak kepolisian, pemerintah setempat, dan ponpes memaksanya untuk menandatangani surat damai, agar kasus itu tidak berlanjut.

“Nyawa anak saya tidak bisa dibeli dengan selembar kertas damai,” kata Rumah.

Ia berharap Prabowo menindaklanjuti kasus ini agar seluruh korban mendapat keadilan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Saya memohon kepada Bapak Presiden tolong turunkan orang-orang kepercayaan Bapak dari Jakarta untuk memeriksa oknum-oknum polisi dan pejabat di daerah yang ikut membungkam darah anak saya,” ucap Rumah.

Berikut ini isi keseluruhan surat keluarga Sahril Sobirin yang ditujukan untuk Prabowo:

Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Yang saya hormati dan saya cintai, kami, saya hanyalah seorang tua kampung yang miskin yang tidak punya harta dan sekarang tubuh sudah sakit-sakitan jalan pun sudah tidak normal lagi.

Karena hancurnya hati saya melihat anak saya Sahril Sobirin dibakar hidup-hidup sampai meninggal dunia.

Sebagai rakyat kecil, saya mengetuk pintu hati Bapak Presiden sebagai bapak dari seluruh anak di Indonesia.

Anak saya ke pondok pesantren untuk belajar agama agar jadi anak yang baik bukan untuk disiksa, ditelanjangi oleh anak pemilik ponpes, lalu dibakar sampai mati.

Ketika saya menolak surat damai mereka membuang kami, Bapak Presiden orang miskin seperti saya ini tidak tahu harus mengadu ke mana lagi karena pihak kepolisian dan orang departemen agama di Lombok Tengah justru ikut mengarahkan pondok pesantren untuk menyodorkan surat damai demi menutupi kejahatan ini.

Saya memohon kepada Bapak Presiden tolong turunkan orang-orang kepercayaan Bapak dari Jakarta untuk memeriksa oknum-oknum polisi dan pejabat di daerah yang ikut membungkam darah anak saya.

Tolong pastikan hukum tidak pandang bulu meskipun pelakunya adalah anak tuan guru atau pemilik pondok pesantren. Nyawa anak saya tidak bisa dibeli dengan selembar kertas damai.

Harapan kepada pimpinan dan anggota DPR Komisi III, para wakil rakyat yang terhormat di DPR RI khususnya Bapak dan Ibu di Komisi III.

Saya datang jauh-jauh dari Lombok dengan langkah kaki yang tertatih-tatih dan fisik yang sakit karena saya percaya di ruangan ini masih ada hati nurani yang tersisa untuk membela orang kecil seperti saya.

Harapan saya sangat sederhana, jangan biarkan kasus kematian anak saya Sahril Sobirin menguap dan dilupakan hanya kami orang miskin yang tidak punya uang dan kekuasaan.

Saya memohon kepada Komisi III untuk menggunakan wewenang besar yang Bapak dan Ibu miliki guna mendesak Kapolri mengusut tuntas skandal pembungkaman ini.

Tolong awasi polisi-polisi di daerah kami yang tega-teganya menyuruh pihak pesantren meminta tanda tangan damai di atas luka bakar 80 persen anak saya.

Saya meminta keadilan yang seadil-adilnya seret semua pelaku penganiayaan pelaku pembakaran dan orang-orang besar di dalam pesantren yang ikut menyembunyikan kejahatan ini ke dalam penjara.

Jika DPR RI tidak membantu saya, ke mana lagi kami orang kampung yang pincang dan buta hukum seperti saya ini harus mencari keadilan di negeri ini. (saa/aag)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

FIFA memberikan kewenangan lebih besar kepada Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2026.
Sopir Angkot Perusak Mobil di Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka, Motifnya Kesal Tidak Bisa Menyalip

Sopir Angkot Perusak Mobil di Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka, Motifnya Kesal Tidak Bisa Menyalip

Sebuah video viral di media sosial Instagram melalui akun @lbj_jakarta. Video tersebut memperlihatkan seorang sopir angkot merusak mobil pengendara lainnya. 
Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Ponpes NTB Pecah di DPR, Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Ponpes NTB Pecah di DPR, Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

Pencarian keadilan atas kasus tragis dugaan penyiksaan dan pembakaran santri di salah satu Pondok Pesantren di Lombok Tengah, sampai ke telinga pimpinan negara. 
Densus 88 Sebut Ancaman Pengeboman di SDN Srengseng Sawah 15 Belum Masuk Unsur Tindak Pidana Terorisme

Densus 88 Sebut Ancaman Pengeboman di SDN Srengseng Sawah 15 Belum Masuk Unsur Tindak Pidana Terorisme

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror menyebut bahwa aksi ancaman pengeboman di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme.
Menang Telak Atas Oman 127-6, Timnas Basket Putri U-18 Indonesia Menggila di FIBA U18 Women's Asia Cup 2026

Menang Telak Atas Oman 127-6, Timnas Basket Putri U-18 Indonesia Menggila di FIBA U18 Women's Asia Cup 2026

Skuad Merah Putih tampil dominan sejak menit pertama hingga peluit akhir untuk membantai Oman dengan skor telak 127-6 pada laga perdana Grup A yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Senin (13/7/2026).
12.234 Butir Obat Daftar G Disita Polisi dari Warung Kopi di Cengkareng Jakbar

12.234 Butir Obat Daftar G Disita Polisi dari Warung Kopi di Cengkareng Jakbar

Polisi meringkus tiga orang tersangka pengedar obat keras jenis daftar G (berbahaya) berkedok warung kopi di wilayah Cengkareng Jakbar. Kapolsek Cengkareng AKP

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan yang dilayangkan oleh mantan Kepala BGN Lodewyk Pusung. 
Selengkapnya

Viral