News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Motif Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan, Polisi Ceritakan Kronologi hingga Jaringan Teror

Usai insiden ledakan SMAN 72 Jakarta, hingga teror bom di SD Kawasan Jakarta Selatan. Kini, menjadi sorotan insiden ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar
Selasa, 14 Juli 2026 - 18:24 WIB
Terungkap, Motif Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan, Polisi Ceritakan Kronologi hingga Jaringan Teror
Sumber :
  • tvOnenews

Padang, tvOnenews.com - Usai insiden ledakan SMAN 72 Jakarta, hingga teror bom di SD Kawasan Jakarta Selatan. Kini, menjadi sorotan insiden ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat.

Rentetan insiden ini begitu menyedot perhatian hingga komemtar publik. Bahkan menuai pertanyaan publik terkait jaringan teror hingga motif ledakan di MAN 3 Padang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini, Polda Sumatera Barat (Polda Sumbar) mengungkap motif di balik ledakan diduga bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) yang terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).

Untuk diketahui, terduga pelaku merupakan seorang siswa kelas XII berinisial L yang diduga nekat merakit dan meledakkan bom karena mengalami tekanan psikologis akibat sering menjadi korban perundungan atau bullying.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB itu menggemparkan warga sekolah dan masyarakat di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. 

Namun, dari insiden itu, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya jelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut tidak berkaitan dengan jaringan terorisme, melainkan dipicu persoalan psikologis yang dialami pelaku.

"Benar terjadi ledakan tersebut. Pelakunya seorang siswa kelas XII MAN. Ini dipicu oleh masalah psikologis yang mendalam karena sering menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-teman sekelasnya," cerita Susmelawati kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Kata dia, pelaku mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di kelas XI di MAN 3 Padang. Bahkan, dari hasil interogasi awal, pelaku juga mengaku pernah mengalami perlakuan serupa sejak kecil.

"Jadi dia mengaku sudah menerima pembullyan ini sejak di kelas XI, selain itu juga mendapat perlakuan yang sama sejak kecil, orangnya berbeda," ucapnya.

Susmelawati menjelaskan, pelaku mempelajari cara merakit bom secara mandiri melalui internet. Bom berdaya ledak rendah itu kemudian diletakkan di bawah meja di area kelas saat jam istirahat dengan dugaan target teman-teman yang selama ini merundungnya.

"Anak ini merasa sering menjadi objek bullying. Jadi dia mengambil jalan pintas dengan merakit bom berskala kecil atau low explosive. Cara merakitnya dipelajari secara mandiri melalui internet," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku berharap ledakan tersebut mampu merobohkan dinding kelas sehingga dapat mencelakai teman-temannya. Namun, bangunan sekolah cukup kokoh sehingga ledakan tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban.

"Bom itu diletakkan di bawah meja dengan harapan ledakan bisa meruntuhkan dinding kelas untuk mencelakai teman-teman yang sering membully dirinya. Namun bangunan sekolah cukup kuat sehingga ledakan tidak menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan korban jiwa," bebenya.

Bahkan ia jelaskan, saat ledakan terjadi ruang kelas dalam keadaan kosong.

"Tidak ada orang di dalam kelas saat ledakan terjadi. Yang terdengar hanya dentuman dan muncul kepulan asap dari dalam ruangan," katanya.

Sementara, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, ledakan pertama kali terjadi sekitar pukul 10.15 WIB di bagian luar ruang kelas.

"Jadi tadi pada pukul 10.15 WIB, terjadi ledakan bom eksplosif di depan ruangan kelas XII IPS 7, bagian luar, di dalam laci meja," katanya.

Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi pelaku sebagai siswa berinisial L.

"Setelah diselidiki, ada siswa yang berinisial L diduga karena rasa dendam, tertekan, karena sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan meluapkan emosinya dengan melakuka hal tersebut," tuturnya.

Apri memastikan ledakan tersebut tidak menimbulkan korban.

"Setelah kita cek, tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa bom molotov. Selain itu, di dalam tas pelaku juga ditemukan ketapel dan kelereng yang diduga akan digunakan untuk melampiaskan dendam kepada teman-temannya.

Polisi juga mengamankan tiga bom rakitan lain yang belum sempat diledakkan.

"Jadi bom ini sengaja diledakkan di dalam kelas, total empat unit, satu sudah diledakkan, namun tiga lagi belum, sudah diamankan. Untuk sementara, terkait bom rakitan akan ditelusuri, unsur apa yang terkandung di dalamnya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, usai menerima laporan, personel Brimob, Tim Gegana, Polresta Padang, hingga Polda Sumbar langsung melakukan sterilisasi di lingkungan sekolah.

Kemudian dari pantauan awak media, di lokasi menunjukkan garis polisi dipasang di sekitar area ledakan. 

Tampak personel bersenjata lengkap melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang tersisa.

Di luar ruang kelas masih terlihat bekas ledakan pada meja belajar dan sisa bubuk mesiu yang mengeluarkan bau menyengat seperti petasan baru meledak. 

Dampak ledakan juga terlihat pada bagian dinding kelas, sementara seluruh barang bukti telah diamankan penyidik.

Menurut Susmelawati, pelaku kini telah diamankan di Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini anak tersebut diamankan di Polresta Padang. Tim Gegana Brimob juga sudah melakukan penyisiran di lingkungan sekolah untuk memastikan situasi aman," ujarnya.

Polisi masih mendalami bentuk perundungan yang diduga dialami pelaku karena kondisi psikologisnya belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam.

"Bentuk bullying-nya masih kami dalami karena anak ini belum bisa banyak kami mintai keterangan," jelasnya.

Polda Sumbar juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada pelaku sekaligus meningkatkan edukasi di sekolah-sekolah agar kasus serupa tidak terulang.

"Kami fokus melakukan rehabilitasi kepada anak ini. Ini bukan jaringan teror, tetapi anak yang diduga menjadi korban bullying. Kami ingin melakukan pemulihan agar dia tidak terpapar ke arah yang lebih jauh yang tidak kita inginkan," ujarnya.

"Nanti kami akan aktif melakukan edukasi ke sekolah-sekolah agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sambangi Kantor Baru, Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padang Sidimpuan

Sambangi Kantor Baru, Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padang Sidimpuan

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, melakukan kunjungan ke Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Padang Sidimpuan pada
Lamine Yamal Mengaku Tak Merasakan Tekanan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Balas Kritikan Media dengan Bilang Begini

Lamine Yamal Mengaku Tak Merasakan Tekanan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Balas Kritikan Media dengan Bilang Begini

Lamine Yamal menegaskan dirinya tidak merasakan tekanan menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Prancis di Stadion Dallas, Amerika Serikat.
Maksimalkan Kiper Lokal, Persib Bisa Boyong 3 Pemain Naturalisasi  Ini untuk Bersaing dengan Teja Paku Alam

Maksimalkan Kiper Lokal, Persib Bisa Boyong 3 Pemain Naturalisasi  Ini untuk Bersaing dengan Teja Paku Alam

Persib Bandung akan tampil di Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia. Dengan banyaknya kompetisi, Persib baru memiliki Teja Paku Alam sebagai kiper utama. 
Shakur Stevenson Prioritaskan Duel Tinju Lawan Devin Haney, Ingin Rebut Status Raja Pound-for-Pound

Shakur Stevenson Prioritaskan Duel Tinju Lawan Devin Haney, Ingin Rebut Status Raja Pound-for-Pound

Shakur Stevenson secara blak-blakan mengatakan bahwa duel tinju dunia melawan Devin Haney menjadi target utamanya untuk pertarungan berikutnya.
Terungkap Alasan FIFA Izinkan Argentina Kenakan Ban Lengan Hitam, tetapi Menolak Permintaan Serupa dari Prancis

Terungkap Alasan FIFA Izinkan Argentina Kenakan Ban Lengan Hitam, tetapi Menolak Permintaan Serupa dari Prancis

Terungkap! Ternyata ini alasan FIFA memberikan izin kepada Argentina untuk kenakan ban lengan berkabung, tetapi menolak permintaan serupa yang diajukan Prancis.
Pendatang Baru di Liga Voli Korea 2026-2027, SOOP Akui Masih Kekurangan Pemain

Pendatang Baru di Liga Voli Korea 2026-2027, SOOP Akui Masih Kekurangan Pemain

Tim voli putri SOOP Supers mengaku bahwa pihaknya masih kekurangan pemain jelang debut di Liga Voli Korea 2026-2027.

Trending

Terkuak Motif Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Tak Percaya

Terkuak Motif Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Tak Percaya

Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya tidak lantas percaya begitu saja dengan pengakuan pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 
Begini Penjelasan Koh Dondy Tan di Tengah Isu Keyakinan Komedian Temon Diduga Mualaf tapi Dikuburkan secara Nasrani

Begini Penjelasan Koh Dondy Tan di Tengah Isu Keyakinan Komedian Temon Diduga Mualaf tapi Dikuburkan secara Nasrani

Kabar tutup usia komedian Temon Templar menjadi duka bersama, terutama di dunia hiburan Indonesia. Sebab ia salah satu komedian dan artis yang menghibur
Ramai Kabar Komedian Temon Mualaf, Pendakwah Dondy Tan Ingatkan Manfaat Sertifikat Mualaf

Ramai Kabar Komedian Temon Mualaf, Pendakwah Dondy Tan Ingatkan Manfaat Sertifikat Mualaf

Medsos beberapa waktu ini diramaikan kabar komedian Temon meninggal dunia dan mualaf. Mengingatkan kita soal manfaat sertifikat mualaf, Dondy Tan menjelaskan
Prediksi Skor Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Mbappe vs Yamal, Siapa yang Layak Lolos ke FInal?

Prediksi Skor Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Mbappe vs Yamal, Siapa yang Layak Lolos ke FInal?

Prediksi skor Prancis vs Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Simak prediksi susunan pemain, rekor pertemuan, analisis kekuatan, dan peluang lolos ke final.
LHI Riau Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Access Point Rp2,3 Miliar di UIN Suska, Polda Mulai Selidiki

LHI Riau Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Access Point Rp2,3 Miliar di UIN Suska, Polda Mulai Selidiki

Laporan tersebut secara resmi disampaikan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau pada Selasa (14/7/2026). Pengaduan ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Ketua DPD LHI Riau, Muhajirin Siringo Ringo, dengan melampirkan dokumen hasil investigasi setebal 21 halaman.
Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Ibu di Wonosobo Ini Namai Bayinya "Muhammad MBG Subianto"

Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Ibu di Wonosobo Ini Namai Bayinya "Muhammad MBG Subianto"

Pasangan suami istri asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, memilih nama yang tidak biasa untuk putra ketiga mereka, yaitu Muhammad MBG Subianto.
3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Juli 2026, Siapa Saja?

3 shio yang mendadak dapat rezeki nomplok pada 15 Juli 2026 terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Rabu besok, siapa yang paling beruntung ?
Selengkapnya

Viral