Pemerintah Pastikan Hasil Panen dan Produk Desa Punya Pasar Lewat Kopdes Merah Putih
- Setpres
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi desa dengan mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.
Skema ini disiapkan agar seluruh hasil produksi masyarakat desa memiliki kepastian pasar sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan Kementerian Desa terus menggandeng 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis untuk memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita keenam, berjalan efektif di seluruh Indonesia.
“Jadi 10 asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita yang ke-6 itu benar-benar terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan kami memang dari Asta Cita keenam itu ada 12 aksi bangun desa, di antara itu desa tematik,” ujar Yandri kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (16/7/2026).
Dalam skema tersebut, Koperasi Desa Merah Putih tidak akan mengambil alih peran BUMDes.
Sebaliknya, kedua lembaga akan saling melengkapi melalui kerja sama dalam menyerap, mengelola, dan memasarkan hasil produksi masyarakat sesuai potensi masing-masing desa.
Menurut Yandri, pola kolaborasi ini penting mengingat Indonesia memiliki 75.266 desa dengan karakteristik dan komoditas unggulan yang berbeda-beda.
“Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266, dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa,” jelasnya.
Pemerintah juga memastikan seluruh potensi ekonomi desa akan dioptimalkan melalui operasional Kopdes Merah Putih.
Selain memperkuat kesejahteraan masyarakat, keuntungan koperasi juga akan menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah desa.
“Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing, pasti. Apalagi yang dipakai kan dana desa dan apalagi nanti dari keuntungan itu ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa. Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu,” ungkap Yandri.
Selain memperkuat kelembagaan ekonomi desa, pemerintah juga terus mengembangkan konsep desa tematik yang selama setahun terakhir dinilai telah menunjukkan hasil nyata.
Salah satu kontribusinya adalah menjadi pemasok utama kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Banyak desa tematik ini menjadi penyuplai MBG, banyak. Jadi hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG,” kata Yandri.
Ke depan, pengembangan desa tematik akan disesuaikan dengan potensi unggulan setiap wilayah, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perkebunan.
Dalam rantai ekonomi tersebut, Kopdes Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk memastikan seluruh produk desa terserap pasar.
“Memang ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa coklat, dan desa-desa lain. Nah, ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerjasama dengan badan usaha milik desa,” pungkas Yandri. (agr/nsi)
Load more