BGN: Presiden Instruksikan Seluruh Kementerian Bantu Sukseskan MBG
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto mengenai perlunya kerja sama antar-instansi guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, Agustina mengungkapkan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam memperkokoh penerapan program ini di masyarakat.
"Presiden mengarahkan agar seluruh kementerian/lembaga terkait mendukung dan membantu BGN dalam menyukseskan program MBG karena sinergi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan," ujar Agustina.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan pada Rabu (15/7).
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan strategi implementasi program peningkatan nutrisi secara nasional.
Presiden menggarisbawahi bahwa efektivitas program MBG sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, keberhasilan inisiatif ini bukan hanya tugas satu lembaga, melainkan tanggung jawab kolektif.
Menindaklanjuti arahan tersebut, BGN berkomitmen untuk mengintensifkan koordinasi dengan kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, hingga mitra pelaksana lainnya.
Langkah ini diambil untuk menjamin setiap tahapan program, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, berjalan secara terintegrasi, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku.
Fokus kolaborasi ini mencakup perbaikan tata kelola, penyelarasan koordinasi di lapangan, pengawasan yang lebih ketat, serta pencarian solusi atas berbagai kendala teknis yang muncul. Harapannya, dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan mutu program MBG.
Badan Gizi Nasional menyatakan kesiapannya dalam membangun kemitraan yang solid demi mewujudkan program yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (ant/dpi)
Load more