Di Depan Prabowo, Panglima Agus Subiyanto Klaim TNI Perkuat Fondasi Swasembada Pangan
- Youtube
Jakarta, tvOnenews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan mengerahkan seluruh matra untuk mengawal komoditas strategis, mulai dari tebu, kedelai, hingga padi.
Langkah ini diklaim telah memberikan kontribusi signifikan terhadap target produksi pangan nasional sepanjang 2026.
Laporan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya TNI untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Agus mengatakan, pembagian tugas dilakukan sesuai arahan Presiden, dengan TNI Angkatan Udara berfokus pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut mendampingi pengembangan kedelai, dan TNI Angkatan Darat mengawal produksi padi.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Agus.
Pada sektor tebu, TNI Angkatan Udara bersama Sinergi Gula Nusantara, pihak swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan seluas 236.048 hektare selama musim panen 2026.
Dari luas tersebut diproyeksikan menghasilkan 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun ini.
Secara khusus di Lanud Abdulrachman Saleh, lokasi panen raya yang dihadiri Presiden, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi 72.045 ton tebu. Produksi tersebut diperkirakan memiliki nilai jual rata-rata Rp720.000 per ton di tingkat pabrik.
Agus menambahkan, pengembangan komoditas tebu tidak hanya berorientasi pada produksi gula, tetapi juga memperkuat hilirisasi industri nasional.
“Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” katanya.
Sementara itu, pada komoditas kedelai, TNI Angkatan Laut telah mendampingi lahan seluas 2.432 hektare yang menghasilkan total produksi 3.676 ton di enam wilayah.
Produksi tersebut menyumbang sekitar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional 2026.
Untuk meningkatkan produksi, hingga Juni 2026 TNI AL juga membuka lahan baru di aset milik TNI Angkatan Laut dan lahan binaan Koderal seluas 3.110 hektare yang tersebar di tujuh wilayah. Dari perluasan tersebut diperkirakan akan dihasilkan 5.287 ton kedelai.
“Dalam rangka meningkatkan hasil produksi hingga Juni 2026, telah dibuka lahan baru di lahan milik TNI Angkatan Laut dan lahan binaan Koderal seluas 3.110 hektar di 7 wilayah dengan estimasi hasil 5.287 ton. Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor,” ujar Agus.
Kontribusi terbesar datang dari sektor padi yang didampingi TNI Angkatan Darat. Pada panen Juli 2026, TNI AD mendampingi panen di lahan seluas 479.659 hektare.
Adapun sepanjang Januari hingga Juni 2026, luas panen yang didampingi mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi mencapai 19,2 juta ton beras.
Capaian tersebut setara dengan 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026, memperlihatkan peran TNI yang semakin besar dalam mendukung pencapaian swasembada pangan.
Agus menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (agr/dpi)
Load more