News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Febrie Adriansyah Semakin Jadi Sorotan, Eks Kabareskrim sebut Kejagung Tak Akan Pertaruhkan Reputasinya

Usai Don Ritto resmi diserahkan dari penyidik Kortastipidkor kepada Kejagung dan langsung ditahan di Rutan C7 Kejagung. Namun, Eks Jampidsus Febrie Adiransyah
Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:24 WIB
Kasus Febrie Adriansyah Semakin Jadi Sorotan Publik, Eks Kabareskrim sebut Kejagung Tak Akan Pertaruhkan Reputasinya
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Usai Don Ritto resmi diserahkan dari penyidik Kortastipidkor Polri kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dan langsung ditahan di Rutan C7 Kejagung, Jumat (17/7). Namun, mantan Jampidsus Febrie Adiransyah sampai saat ini belum ditahan. Sontak, hal ini semakin menjadi sorotan publik hingga menuai komentar dari eks Kabareskrim Polri Susno Duadji. 

Dalam hal ini, Susno Duadji meyakini Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak akan mempertaruhkan reputasi yang telah dibangun hanya untuk melindungi seorang tersangka dalam penanganan perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena, kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan saat ini merupakan aset yang terlalu besar untuk dikorbankan demi kepentingan individu.

"Tidak mungkin Kejaksaan Agung atau pasukan Kejaksaan di bawah pimpinan Pak Jaksa Agung akan menjual marwahnya. Terlalu besar taruhannya. Jangan sampai kepercayaan publik kepada jaksa ditukar hanya untuk melindungi seorang," ucap mantan Kabareskrim Polri itu dikutip dari  Kompas TV, Sabtu (18/7/2026).

Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Sumber :
  • Antara

Bahkan ia menilai publik justru perlu memberikan ruang kepada Kejaksaan untuk membuktikan komitmennya dalam menuntaskan perkara sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Susno menegaskan pelimpahan penanganan perkara dari Polri kepada Kejaksaan tidak semestinya dimaknai sebagai upaya menyelamatkan pihak tertentu.

Sebaliknya, menurut dia, langkah tersebut menunjukkan adanya komunikasi dan koordinasi antarlembaga penegak hukum sejak awal.

"Artinya memang komunikasi dan koordinasi sejak awal sudah dilakukan antara KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam penanganan perkara ini," bebernya.

Susno Duadji juga mengajak masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya konflik antara Polri dan Kejaksaan di balik keputusan tersebut.

"Positive thinking saja. Kalau diserahkan kepada Kejaksaan ini akan menepis anggapan bahwa terjadi perang bintang, perang bulan, perang matahari. Mereka sudah pelukan, sudah senyum," katanya.

Menurut Susno Duadji, pelimpahan perkara justru dapat menjadi bukti ketiga institusi penegak hukum berupaya menjaga sinergi dalam menangani kasus yang menjadi perhatian publik.

Selain itu, Susno Duadji menilai keputusan menyerahkan perkara pada tahap awal penyidikan kemungkinan merupakan kebijakan yang lahir dari tingkat pimpinan.

Bahkan kata dia langkah tersebut bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum, melainkan bagian dari pengambilan keputusan organisasi agar penanganan perkara berjalan lebih efektif.

"Kalau perintah jelas. Kita positive thinking bahwa itu petunjuk dari pimpinan. Mungkin yang terbaik adalah itu," ujarnya.

Menurut dia, yang terpenting adalah proses hukum tetap berlangsung secara independen tanpa mengurangi kewenangan penyidik dalam mengungkap fakta-fakta pidana.

Lebih lanjut, Susno berharap Kejaksaan tidak hanya melanjutkan proses hukum terhadap Febrie Adriansyah, tetapi juga mengusut seluruh rangkaian perkara yang menjadi dasar penyidikan.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah perkara yang diumumkan penyidik Polri, mulai dari dugaan korupsi tata niaga batu bara, Krakatau Steel, hingga Asabri, yang menurutnya perlu diungkap secara menyeluruh.

"Publik berharap dengan terbongkarnya kasus ini, kita akan membongkar kasus pokoknya. Tata niaga batu bara masih ada, Krakatau Steel ada, Asabri ada. Angkat semua itu, termasuk siapa calo perkaranya," beber esk Kabareskrim itu.

Kemudian, ia katakan, bahwa pengungkapan seluruh aktor yang terlibat jauh lebih penting dibanding memperdebatkan perpindahan penanganan perkara dari satu institusi ke institusi lain.

Dalam kesempatan itu, Susno juga menyinggung jalannya penyidikan sebelum perkara diserahkan kepada Kejaksaan.

Ia menjelaskan penyelidikan telah berlangsung sekitar dua tahun dan meningkat ke tahap penyidikan dengan sejumlah tindakan hukum seperti penggeledahan dan penyitaan.

Namun, menurutnya, perkara kemudian berkembang cepat setelah diumumkan ke publik. Penetapan tersangka dilakukan pada tahap awal penyidikan sebelum yang bersangkutan diperiksa, lalu penanganannya segera dialihkan ke Kejaksaan.

Meski demikian, Susno mengaku tidak terkejut dengan langkah tersebut karena sejak awal telah memperkirakan mekanisme itu akan ditempuh.

"Penyerahan ini bukan artinya sesuatu yang biasa terjadi, tetapi sudah kita duga," katanya.

Susno Duadji menekankan bahwa fokus publik seharusnya bukan pada polemik perpindahan penanganan perkara, melainkan memastikan proses penyidikan berjalan transparan dan mampu mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bantah Tantang Duel, Herri Pras Beberkan Bukti Chat dengan Adi Paryanto

Bantah Tantang Duel, Herri Pras Beberkan Bukti Chat dengan Adi Paryanto

Herri Pras membantah menantang duel Adi Paryanto. Ia membeberkan bukti chat WhatsApp yang menunjukkan niat awalnya hanya ingin bersilaturahmi dan berdiskusi.
Herri Pras Akui Langsung Lakukan Hal Ini Usai Diduga Dipukul di Area Ulu Hati dan Perut oleh OTK

Herri Pras Akui Langsung Lakukan Hal Ini Usai Diduga Dipukul di Area Ulu Hati dan Perut oleh OTK

YouTuber Herri Pras mengakui dirinya langsung melakukan hal ini usai diduga dipukul di area ulu hati dan perut oleh segerombolan OTK. Dia masuk ke rumah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi lalu menelepon polisi.
Michael Carrick Tak Cemas Dipecat Manchester United Jelang Laga Kontra AS Roma di Liga Champions

Michael Carrick Tak Cemas Dipecat Manchester United Jelang Laga Kontra AS Roma di Liga Champions

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, tidak mencemaskan rumor pemecatannya menjelang laga kontra AS Roma. Dia tetap fokus menghadapi pertandingan Liga Champions ini.
Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, FPTI Sebut Indonesia Terancam Kehilangan Banyak Medali Emas

Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, FPTI Sebut Indonesia Terancam Kehilangan Banyak Medali Emas

Peluang Indonesia meraup pundi-pundi medali emas di SEA Games 2027 terancam berkurang setelah cabang olahraga panjat tebing dipastikan tidak masuk dalam daftar pertandingan. Hal ini pun amat disesalkan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI).
Megawati Hangestri Hadapi Ujian Berat dalam Debut Bersama Hyundai Hillstate di V-League

Megawati Hangestri Hadapi Ujian Berat dalam Debut Bersama Hyundai Hillstate di V-League

Megawati Hangestri menghadapi tantangan dalam debutnya bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027 saat bertemu IBK Altos pada laga pembuka. (3/11)
Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama bahkan merayakannya bersama keluarga yang menyaksikan langsung sejarah balapan Indonesia itu di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026) lalu. 

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.
Selengkapnya

Viral