Respons Tegas Pemerhati Anak dan Pendidikan soal Kasus Dugaan Kekerasan pada Murid di Lubuklinggau
- dok.kolase tvOnenews.com / Instagram @majeliskopi08
Jakarta, tvOnenews.com- Dunia maya belum lama ini diramaikan dengan sebuah kabar soal anak sekolah. Seorang guru diduga melakukan kekerasan pada muridnya di Lubuklinggau, Sumatra Selatan.
- tvOnenews.com
Kabar dugaan kekerasan guru pada murid di Lubuklinggau ini berseliweran di media sosial (Medsos)
Setelah ditelusuri tim tvonenews.com, kasus ini terjadi diduga terjadi di Sekolah Dasar atau SDN 8 Lubuklinggau. Oknum guru tersebut disebutkan dilaporkan ke polisi.
Kabar ini viral, karena tersebar bekas pukulan penggaris di kaki dan tangan murid. Luka lebam merak itu, diduga akibat kekerasan yang dilakukan guru karena siswa tidak hafal perkalian.
Sejauh ini, tim tvonenews.com masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak terkait, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Dinas Pendidikan Lubuklinggau.
- tvOnenews.com
Peristiwa ini disebutkan dalam medsos terjadi di SDM 8 Kota Lubuklinggau. Dugaan sementara, Guru melakukan hal tersebut karena diduga murid yang dipukul pakai penggaris atau mistar merupakan siswa kelas 6 SD.
Disebutkan siswa kelas 6 SD memiliki tekanan dalam pembelajaran, yang membutuhkan menghafal perkalian. Saat murid tak mampu menghafal ada hukuman ringan seperti itu.
Dalam kabar yang beredar tersebut, disampaikan kalau adanya oknum guru PPPK berinisial RP yang diduga menganiaya sejumlah murid di salah satu SD Negeri di Kota Lubuklinggau.
Sehubungan dengan kabar ini, Pemerhati Anak dan Pendidikan, Retno Listyarti memberikan respons tegas. Ia menyebut sudah seharusnya tidak ada kekerasan pada anak.
Retno Listyarti sebagai mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menjabat periode 2017–2022 itu, meminta agar guru bisa mendisiplinkan anak tidak harus dengan kekerasan.
"Itu bentuk kekerasan terhadap anak. Mendisiplinkan anak tidak boleh dengan kekerasan," pesannya melalui pesan singkat kepada tvOnenews.com, Selasa (21/7).
Merangkum informasi dari berbagai sumber, dugaan kekerasan itu dipicu karena beberapa siswa tidak mampu menghafal materi perkalian yang diberikan.
Disebutkan korban diduga dipukul menggunakan mistar hingga mengalami luka lebam pada tangan dan kaki berujung dilaporkan ke Polisi.(klw)
Load more