Kelapa Sawit Memiliki Peran Strategis Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang mencapai sekitar 53 juta ton per tahun.
Oleh karena itu industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional baik dari aspek ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, hingga keberlanjutan lingkungan.
Kepala Pusat South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University, Puspo Edi Giriwono, mengatakan kapasitas produksi tersebut tidak hanya mampu memenuhi seluruh kebutuhan minyak nabati di dalam negeri, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama kebutuhan minyak nabati global.Â
"Minyak sawit kita mampu memenuhi kebutuhan Indonesia secara 100 persen, bahkan sampai surplus dan bisa memenuhi kebutuhan minyak nabati global," kata Puspo di Jakarta, pada Minggu (5/7/2026).
Ia meyakini peran strategis kelapa sawit akan semakin penting pada masa mendatang seiring peningkatan jumlah penduduk dunia.Â
Puspo memperkirakan populasi global akan mencapai sekitar 10 hingga 11 miliar jiwa pada tahun 2050 dengan kebutuhan minyak nabati global sekitar 250 juta ton minyak nabati per tahun.
Dengan kondisi ketersediaan lahan yang semakin terbatas, ia menilai peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit bisa menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati global secara berkelanjutan tanpa harus mendorong perluasan deforestasi.Â
"Produktivitas kelapa sawit akan menjawab dan menyuplai kebutuhan populasi dunia yang mencapai 10-11 miliar tadi," ujarnya.
Ia menilai pengembangan industri hilir berbasis sawit di sektor pangan perlu terus didorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.Â
Saat ini minyak sawit telah dimanfaatkan untuk berbagai produk pangan mulai dari minyak goreng, margarin, cokelat, hingga beragam produk makanan olahan lain.Â
Menurutnya, masih terbuka ruang bagi industri di dalam negeri untuk mengembangkan produk turunan pangan berbasis kelapa sawit.Â
Merujuk sejumlah industri pangan di luar negeri yang mampu mengolah bahan baku hingga ke 10 tahapan lanjutan sehingga menghasilkan produk pangan yang terspesialisasi dengan nilai ekonomi jauh lebih tinggi.Â
Load more