Buku "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers" Rilis, Bantu Anak Pejuang Kanker Pahami Perjalanan Pengobatan Lewat Cerita Imajinatif
- Novianti Siswandini-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Gerakan sosial Mulai Dari Kita meluncurkan buku cerita anak berjudul "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers".
Buku "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers" bukan hanya sekedar buku. Buku tersebut merupakan pendamping psikososial yang dirancang untuk membantu anak-anak pejuang kanker memahami perjalanan pengobatan melalui cerita yang imajinatif, hangat dan penuh harapan.
Diinisiasi oleh Anindhita Anestya Bakrie atau Ditha Bakrie dan ditulis oleh Ilham Fahmi, buku ini lahir dari keyakinan bahwa proses penyembuhan anak tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, tapi juga dukungan emosional.
Menurut Ditha, dukungan tersebut membantu anak-anak merasa lebih tenang, berani dan tidak sendirian dalam menghadapi setiap tahapan terapi.
Ditha menceritakan bahwa buku "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers" lahir dari pengalaman yang sangat personal. Kala itu dia mendampingi anak pertamanya yang sakit.
Saat itu psikolog bertanya apakah anak berusia 3 tahun itu tahu atau tidak terkait penyakitnya.
Mulanya Ditha memutuskan untuk tidak memberitahu lantaran anak tersebut masih sangat kecil.
Namun, sang psikolog menyarankan agar Ditha memberitahunya karena proses pengobatan kanker cukup panjang.
Akhirnya Ditha mencari cara agar bisa menjelaskan kepada anaknya dengan cara yang hangat, ringan dan tidak menakutkan.
"Anak-anak Indonesia perlu buku seperti itu. Anak yang berjuang, kalian adalah anak yang berani. Kalian tidak sendirian. Ada orang tua, dokter, perawat dan teman. Kuat adalah tetap hadir memeluk dan menemani satu hari demi satu hari. Buku ini juga buat siapa saja. Buat belajar empati, saling peduli dan memberi semangat ke taman-teman yang berjuang," katanya di Studio tvOne, The Convergence Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/32026).
Di dalam buku "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers" terdapat beberapa tokoh seperti Anak Jagoan, Super Sel, Pasukan Kemo Rangers hingga tokoh antagonis Kangkoro.
Lewat tokoh-tokoh itu, anak-anak diajak memahani apa yang sedang terjadi di dalam tubuh mereka dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami tanpa menimbulkan rasa takut.
Ceritanya pun dikembangkan menggunakan pendekatan metafora sehingga anak bisa memandang pengobatan sebagai sebuah perjalanan penuh semangat, bukan sesuatu yang menakutkan.
Dalam penulisannya, buku "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers" didampingi psikolog anak agar setiap cerita mampu membantu anak mengenali emosinya, mengurangi kecemasan terhadap tindakan medis, menghindari rasa menyalahkan diri sendiri serta membangun rasa percaya diri selama menjalani pengobatan.
Di kesempatan yang sama, Ilham mengatakan pendekatan cerita metafora dipilih agar anak-anak dapat memahami penyakit yang mereka hadapi tanpa kehilangan dunia beramain.
Pasalnya, kata dia, imajinasi merupakan bagian penting dari masa anak-anak.
Ilham mengatakan dia mendapatkan inspirasi ini dari cerita Ditha dan majalah anak-anak yang menjadi langganannya sejak kecil.
"Dari kisah majalah anak, kisah-kisah yang aku baca dan cerita Ibu Ditha," ujar Ilham.
Lebih dari sekedar buku, buku "Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers" juga merupakan gerakan kepedulian.
Buku ini tersedia melalui sistem PO dan keuntungan dari penjualan akan didonasikan untuk membantu anak-anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera. (nsi)
Load more