News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gerakan Bakti Masyarakat Indonesia Dukung Kebijakan E20 untuk Kemandirian Energi dan Kesejahteraan Petani

Gerakan Bakti Masyarakat Indonesia menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan pencampuran bioetanol sebesar 20 persen ke dalam bensin (E20)
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 23 Juli 2026 - 17:33 WIB
Gerakan Bakti Masyarakat Indonesia
Sumber :
  • tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com – Gerakan Bakti Masyarakat Indonesia menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan pencampuran bioetanol sebesar 20 persen ke dalam bensin (E20). Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor.

Ketua Gerakan Bakti Masyarakat Indonesia, Tito Ardiansyah, menyampaikan bahwa rencana wajib (mandatori) E20 pada periode 2028–2029 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi. Rencana ini menjadi tahap lanjutan setelah implementasi program biodiesel B50.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rencana penerapan E20 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bensin nasional secara masif. Ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia," ujar Tito.

Selain berdampak pada sektor energi, penerapan E20 juga dianggap membawa pengaruh positif bagi perekonomian dan lingkungan. Pemanfaatan bioetanol diharapkan mampu memangkas ketergantungan terhadap migas impor serta mereduksi beban anggaran negara. Di saat yang sama, penggunaan bioetanol yang lebih ramah lingkungan berpotensi menekan tingkat emisi karbon dan polusi udara.

Tito menekankan bahwa keberhasilan program E20 sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku industri, petani, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Transisi menuju bioetanol E20 sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Tanpa kolaborasi yang solid, target kemandirian energi nasional akan sulit dicapai secara optimal," lanjutnya.

Ia juga menggarisbawahi peran strategis ormas dan LSM dalam mengedukasi masyarakat di tingkat akar rumput mengenai tujuan dan manfaat dari kebijakan E20.

"Sosialisasi dari ormas maupun LSM sangat penting untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Peran ini diperlukan untuk mengurangi resistensi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap kebijakan E20," jelasnya.

Menurut Tito, partisipasi publik harus dibangun sejak awal agar E20 tidak sekadar dipandang sebagai regulasi top-down dari pemerintah, melainkan sebagai upaya bersama dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Melalui deklarasinya, Gerakan Bakti Masyarakat Indonesia berkomitmen mendukung transisi dari energi fosil ke energi bersih demi mengurangi emisi dan polusi. Selain itu, penggunaan bahan baku berbasis hasil pertanian lokal—seperti tebu dan singkong—dinilai mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi petani dalam negeri.

"Kami menyambut baik E20 karena kebijakan ini dapat mengoptimalkan hasil pertanian lokal, seperti tebu dan singkong, mendongkrak kesejahteraan petani, serta membantu memotong ketergantungan terhadap impor bensin," tegas Tito.

Kendati demikian, organisasi tersebut menyertakan catatan agar pemerintah tetap menjamin transparansi harga serta menjaga kualitas bahan bakar yang beredar di pasaran. (gol)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Surat Kecil untuk Argentina, Messi: “Setelah Peristiwa yang Menimpa Ayah Saya, Keyakinan Saya Menjadi Jauh Lebih Kuat”

Surat Kecil untuk Argentina, Messi: “Setelah Peristiwa yang Menimpa Ayah Saya, Keyakinan Saya Menjadi Jauh Lebih Kuat”

Surat tulisan tangan Lionel Messi kembali viral setelah ia pensiun dari Timnas Argentina. Ada satu kalimat tentang sang ayah yang membuat keputusan itu
Ribuan Mahasiswa Baru Mulai Perjalanan Akademik, Ruang Pengembangan Diri Diperluas

Ribuan Mahasiswa Baru Mulai Perjalanan Akademik, Ruang Pengembangan Diri Diperluas

Sebanyak 4.940 mahasiswa baru memulai perjalanan pendidikan tinggi pada tahun akademik 2026/2027 melalui Program Pengenalan Kampus (P2K) Prakarsa 2026 di JEC.
Kunjungi Anak Penyintas Gempa NTT, Kaesang Pangarep Main Catur dan Ular Tangga

Kunjungi Anak Penyintas Gempa NTT, Kaesang Pangarep Main Catur dan Ular Tangga

Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia Kaesang Pangarep bermain dengan anak-anak penyintas bencana gempa bumi di Desa Rokirole, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT.
Timnas Indonesia Bersiap Terbang ke Timur Tengah, Erick Thohir Ungkap Alasan Pilih Lawan yang 'Keras dan Penuh Drama'

Timnas Indonesia Bersiap Terbang ke Timur Tengah, Erick Thohir Ungkap Alasan Pilih Lawan yang 'Keras dan Penuh Drama'

Timnas Indonesia akan menjalani FIFA Matchday November 2026 di Timur Tengah. Erick Thohir mengungkap alasan PSSI memilih lawan dari kawasan tersebut
Maarten Paes Sebut Fans Indonesia Segila Argentina dan Brasil, Ada Alasan di Balik Pujian Ini

Maarten Paes Sebut Fans Indonesia Segila Argentina dan Brasil, Ada Alasan di Balik Pujian Ini

Bagi Maarten Paes, kegilaan suporter Indonesia bukan sekadar soal stadion yang penuh ketika Timnas bertanding. Antusiasme itu juga terasa dalam kehidupan
TASPEN Goes to Campus Dorong Generasi Muda Siapkan Kesejahteraan Finansial Sejak Dini

TASPEN Goes to Campus Dorong Generasi Muda Siapkan Kesejahteraan Finansial Sejak Dini

TASPEN mengajak para mahasiswa memahami pentingnya menyeimbangkan financial freedom pada masa produktif dengan financial security di masa depan melalui kegiatan sharing session

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral di media sosial sejumlah video yang memperlihatkan seorang “Pak Guru” memakai makeup ala perempuan saat mengajar. Kini berujung diberhentikan.
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Dari Kawan Jadi Rival, Vanja Bukilic Tak Gentar Hadapi Megawati Hangestri, Yakin Red Sparks Bisa Bersaing

Dari Kawan Jadi Rival, Vanja Bukilic Tak Gentar Hadapi Megawati Hangestri, Yakin Red Sparks Bisa Bersaing

Vanja Bukilic tak sabar kembali beraksi bersama Jung Kwan Jang Red Sparks dan menghadapi mantan tandemnya, Megawati Hangestri, di V-League musim 2026/2027.
KSO Agrinas Tempuh Restorative Justice Kasus Pencurian dan Pengerusakan Kebun di Kampar

KSO Agrinas Tempuh Restorative Justice Kasus Pencurian dan Pengerusakan Kebun di Kampar

Ketua KSO Koptan Kampar Jaya Bersama-KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Ahmad Yanis, mengatakan keputusan menempuh RJ dilakukan setelah melalui pertimbangan dan musyawarah internal.
Pertandingan Hyundai Hillstate vs Wonder Dogs Segera Tayang, Bisa Lihat Debut Comeback Megawati Hangestri di Korea?

Pertandingan Hyundai Hillstate vs Wonder Dogs Segera Tayang, Bisa Lihat Debut Comeback Megawati Hangestri di Korea?

Pertandingan pramusim antara Hyundai Hillstate menghadapi tim asuhan Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung yakni Wonder Dogs akan segera tayang.
Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Aksi pak guru SD di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tengah viral di media sosial. Sebab diduga menggunakan make up dan lipstik saat mengajar.
Selengkapnya

Viral