Geopolitik Panas, Sugiono: Dialog Saja Tak Cukup, ASEAN Harus Jadi Benteng Stabilitas Indo-Pasifik
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan, penguatan peran East Asia Summit (EAS) agar tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi mampu menghasilkan kerja sama konkret dalam menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Menurutnya, konflik yang terus meluas di berbagai kawasan telah membuktikan bahwa ancaman keamanan kini berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan politik di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam Pertemuan Tingkat Menteri EAS ke-16 di Manila, Filipina, Sugiono menegaskan bahwa ketegangan di berbagai belahan dunia, termasuk di jalur maritim strategis seperti Selat Hormuz, menunjukkan bahwa konflik di satu kawasan dapat dengan cepat mengguncang rantai pasok dan perekonomian global.
Di tengah kondisi tersebut, Sugiono menilai EAS harus melampaui fungsi sebagai ruang diskusi dan berkembang menjadi forum yang mampu membangun ketahanan kawasan melalui aksi nyata.
“Selama dua dekade, EAS telah menjaga ruang dialog tetap terbuka antara ASEAN dan negara-negara besar. Namun, dialog saja tidak cukup. Dialog harus membangun kepercayaan, kepercayaan harus menghasilkan kerja sama, dan kerja sama harus memperkuat ketahanan,” tegas Sugiono, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Sugiono, penguatan EAS harus tetap berpijak pada prinsip-prinsip hukum internasional. Ia mengingatkan bahwa penghormatan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNCLOS 1982, serta Treaty of Amity and Cooperation (TAC) merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Aturan yang diterapkan secara selektif pada akhirnya tidak akan melindungi siapa pun,” tegasnya.
Indonesia juga kembali menyuarakan keprihatinan terhadap konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah, khususnya di Palestina. Dalam forum tersebut, Sugiono menyerukan terciptanya gencatan senjata yang berkelanjutan, akses kemanusiaan tanpa hambatan, serta proses perdamaian yang adil dan kredibel.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk merdeka dan menentukan nasibnya sendiri sesuai hukum internasional.
Di tengah meningkatnya rivalitas antarnegara besar, Sugiono menekankan bahwa Sentralitas ASEAN harus tetap menjadi pilar utama agar kawasan Indo-Pasifik tidak berubah menjadi arena persaingan geopolitik.
“Sentralitas ASEAN bukan mengenai keberpihakan. Sentralitas ASEAN memastikan kawasan kita tetap menjadi platform bagi dialog dan kerja sama,” ungkap Sugiono.
Load more