News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wamendagri Bima Arya: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju

Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa Indonesia hanya memiliki satu kesempatan untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai jalan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
Sumber :
  • Puspen Kemendagri.

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa Indonesia hanya memiliki satu kesempatan untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai jalan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) menuju negara maju.

Peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda dipersiapkan menjadi pemimpin yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab tantangan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Bima saat menyampaikan orasi ilmiah bertema "Generasi Adaptif di Era Bonus Demografi: Membangun Kepemimpinan Digital, Kompetensi Masa Depan, dan Kolaborasi untuk Indonesia 2045" pada Sidang Terbuka Senat Universitas Garut dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026).

"Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi," ujar Bima.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini didominasi penduduk usia produktif sehingga memiliki modal besar untuk mempercepat pembangunan. Namun, bonus demografi tidak akan otomatis mengantarkan Indonesia menjadi negara maju apabila generasi mudanya tidak dipersiapkan dengan kompetensi dan karakter yang mampu menjawab perubahan zaman.

Bima mengatakan, transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah kebutuhan dunia kerja dan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, generasi muda perlu menguasai kompetensi masa depan, seperti AI, big data, ilmu komputer, robotika, sistem informasi, dan analisis data.

Sebagai contoh penerapan transformasi digital, Bima mengatakan, Kemendagri telah memanfaatkan AI untuk mendukung pengelolaan talenta aparatur sipil negara (ASN) agar penempatan pegawai semakin tepat sesuai dengan kompetensinya.

"Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter," tegasnya.

Bima menambahkan, penguasaan teknologi tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung integritas, disiplin, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sepanjang hayat. Ia menegaskan, banyak orang berhasil bukan semata karena kecerdasan akademik, melainkan karena memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Bima mengajak para wisudawan menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perbedaan, mampu berkolaborasi, menjaga keseimbangan hidup, serta membangun jejaring yang luas. Pemimpin masa depan diukur bukan hanya dari kemampuan pribadi, melainkan juga dari kemampuannya bekerja sama dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Bima mengingatkan agar para lulusan menjadikan adab sebagai fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Karakter yang baik, katanya, akan membentuk pola pikir, memengaruhi tindakan, melahirkan kebiasaan positif, dan pada akhirnya menentukan masa depan seseorang.

Ia meyakini inovasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian para lulusan akan menjadi modal penting untuk memajukan Kabupaten Garut sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (cmi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Elkan Baggott Kembali Bawa Kabar Gembira untuk John Herdman Jelang Timnas Indonesia Berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026

Elkan Baggott Kembali Bawa Kabar Gembira untuk John Herdman Jelang Timnas Indonesia Berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026

Elkan Baggott kembali membawakan kabar gembira untuk John Herdman jelang Timnas Indonesia berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026. Sang bek kembali berlaga untuk klubnya, Millwall FC.
Kondisi Fajar Sahrudin Sehari Sebelum Akhiri Hidup Diungkap Teman: Ngaku Baik-baik Saja hingga Sempat Tanya Kabar

Kondisi Fajar Sahrudin Sehari Sebelum Akhiri Hidup Diungkap Teman: Ngaku Baik-baik Saja hingga Sempat Tanya Kabar

Menurut kesaksian seseorang yang mengaku temannya, almarhum Fajar Sahrudin mengaku kondisinya baik-baik saja saat ditanya sehari sebelum putuskan akhiri hidup.
Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2026 Naik Jadi 118,5

Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2026 Naik Jadi 118,5

Keyakinan konsumen pada Agustus 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, seiring membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Kronologi 5 Wartawan Hilang Kontak Hendak Peliputan Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Kronologi 5 Wartawan Hilang Kontak Hendak Peliputan Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Berikut kronologi lima wartawan/jurnalis dilaporkan hilang kontak yang akan meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Banten.
Reaksi Tak Terduga Cristian Chivu usai Josep Martinez Bikin Blunder saat Inter Milan Dikalahkan Real Madrid

Reaksi Tak Terduga Cristian Chivu usai Josep Martinez Bikin Blunder saat Inter Milan Dikalahkan Real Madrid

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tidak membesar-besarkan tindakan blunder Josep Martinez di laga kontra Real Madrid. Mereka pun kalah dengan skor 1-2 di Liga Champions.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

Tiga kasus bunuh diri pernah terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dalam rentang lebih dari satu dekade. Terbaru kasus Fajar Sahrudin.
Kesaksian Teman yang Namanya Ada di Autobiografi Fajar Sahrudin, Sebut FS Bukan Sekali Berniat Bunuh Diri

Kesaksian Teman yang Namanya Ada di Autobiografi Fajar Sahrudin, Sebut FS Bukan Sekali Berniat Bunuh Diri

Salah seorang warganet di akun X yang mengaku namanya dicatut dalam memoar Fajar Sahrudin sebelum bunuh diri akhirnya angkat suara terkait perilaku almarhum.
Selengkapnya

Viral