News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hanif Faisol Sebut Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Urusan Pertanian, Melainkan Fondasi Ketahanan Nasional

Hanif menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan suatu negara untuk menyediakan bahan makanan. 
Senin, 27 Juli 2026 - 14:14 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol mengatakan ketahanan pangan harus ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama ketahanan nasional dan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan produksi pertanian. 

Menurutnya, ketersediaan pangan, kemandirian produksi, kedaulatan kebijakan, hingga tata kelola sumber daya alam menjadi faktor strategis yang menentukan stabilitas dan masa depan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Hanif dalam Sesi Materi Pelatihan Kader Nasional GEMABUDHI dengan tema “Tata Kelola Ketahanan Pangan sebagai Ketahanan Nasional Bangsa” di Jakarta pada Sabtu (25/7/2026).

Dalam pemaparannya, Hanif menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan suatu negara untuk menyediakan bahan makanan. 

Ketahanan pangan berkaitan langsung dengan kemandirian, kedaulatan, stabilitas ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta kemampuan negara menghadapi berbagai krisis global. 

"Ketahanan pangan adalah ketahanan nasional,” menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam sesi tersebut.

Menurut Hanif, Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar untuk membangun ketahanan pangan. Kekayaan biodiversitas, wilayah tropis, sumber daya air, hutan, lahan, laut, serta ekosistem gambut dan mangrove memberikan keunggulan strategis yang tidak dimiliki banyak negara lain.

Namun, besarnya potensi sumber daya alam tersebut harus diikuti dengan tata kelola yang baik. Ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas pangan menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemandirian pangan nasional.

“Pangan tidak boleh hanya dilihat dari perspektif produksi. Ada persoalan distribusi, keterjangkauan, kualitas, kelembagaan, tata ruang, lingkungan, hingga integritas dalam pengelolaannya,” katanya.

Hanif menjelaskan, ketahanan pangan memiliki tiga fondasi utama, yakni kemandirian pangan, kedaulatan pangan, dan ketahanan pangan. Kemandirian berarti kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui kekuatan sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara kedaulatan pangan menegaskan pentingnya kemampuan negara menentukan kebijakan pangan berdasarkan kepentingan nasional, tanpa ketergantungan berlebihan terhadap tekanan atau kepentingan eksternal.

"Adapun ketahanan pangan menjadi ukuran kemampuan negara untuk memastikan pangan tersedia, terjangkau, aman, berkualitas, dan dapat diakses masyarakat, termasuk ketika menghadapi krisis dan gangguan rantai pasok global," kata Hanif.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral