Harga Komoditas Jadi Katalis Emiten Tambang BUMN di Semester II/2026
- istimewa - antaranews
Menutup semester II-2025 sendiri, TINS mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target RKAP 2025. Pendapatan perseroan juga naik 6,41% menjadi Rp11,55 triliun dibandingkan Rp10,86 triliun pada tahun sebelumnya.
Ferdy juga melihat prospek PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membaik seiring pulihnya harga batu bara global setelah sempat melemah pada tahun lalu. Menurutnya, penguatan harga komoditas tersebut akan kembali mendukung kinerja emiten batu bara milik negara itu.
Asal tahu saja, di tahun lalu, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun. Adapun kontribusi pendapatan tambang batu bara pelat merah ini mencapai Rp42,65 triliun.
Meski demikian, Ferdy memberi catatan agar pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar tidak mengeluarkan kebijakan yang terlalu ekstrem sehingga dapat mengganggu ekosistem industri pertambangan. Menurutnya, sektor tambang masih menjadi salah satu sumber penting penerimaan negara, terutama di tengah kondisi fiskal yang membutuhkan dukungan dari penerimaan komoditas. (aag)
Load more