Temukan 414 SPPG Tak Aktif, Reformasi BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pembenahan tata kelola di internal Badan Gizi Nasional (BGN) membuahkan hasil signifikan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa ditemukan 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, yang berdampak pada pengembalian anggaran hingga ratusan miliar rupiah ke kas negara.
Qodari menjelaskan bahwa temuan ini mencakup unit-unit yang secara administratif sudah menerima kucuran dana namun secara operasional belum berjalan.
"BGN juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda sehingga ratusan miliar berhasil dikembalikan ke kas negara," ujar Qodari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/7).
Langkah penertiban ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Transformasi ini diawali di masa kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang melalui 11 tahapan strategis guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurut Qodari, proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap hampir 28.000 SPPG yang tersebar di pelosok negeri.
Selain itu, BGN melakukan standarisasi terhadap sekitar 3.000 dapur untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur pendukung juga difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Untuk mengawal proses ini, BGN telah membentuk 11 tim reformasi yang melibatkan tenaga ahli profesional dari berbagai instansi pemerintah.
"Di bawah kepemimpinan beliau, BGN berhasil mempercepat pembenahan tata kelola program MBG melalui 11 langkah reformasi," tambah Qodari.
Saat ini, tongkat estafet kepemimpinan BGN telah beralih kepada Sudaryono.
Penunjukan mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu membuat BGN bergerak lebih dinamis dan responsif terhadap tantangan di lapangan.
Meski terjadi pergantian pucuk pimpinan, Qodari menegaskan bahwa visi besar pemerintah terhadap pemenuhan gizi nasional tidak akan berubah.
"Saya juga ingin menegaskan satu hal. Pergantian pimpinan di BGN sama sekali tidak menggeser apalagi menyurutkan komitmen utama pemerintah. Program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik kita untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045," ujar Qodari. (ant/dpi)
Load more