News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terjaring OTT KPK menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Pemerintah diminta segara mengatasi akar masalahnya.
Kamis, 30 Juli 2026 - 05:05 WIB
Ilustrasi kasus korupsi.
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi menciduk kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Terbaru, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama dengan 20 orang lainnya pada operasi Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maraknya korupsi oleh kepala daerah seolah menjadi kultur yang menjamur. Merespons hal tersebut, Komisi II DPR RI tengah berupaya menyusun solusi komprehensif terkait persoalan yang terus berulang dan berdampak pada tata kelola pemerintahan serta keuangan negara.

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengatakan pihaknya akan menggelar rapat kerja dan rapat dengar pendapat umum bersama Kementerian Dalam Negeri, para kepala daerah, serta sejumlah asosiasi pada Kamis (30/7/2026).

Komisi II bersama stakeholder akan membahas remunerasi kepala dan wakil kepala daerah, sistematika dana bagi hasil, dan peningkatan pendapatan asli daerah.

"Bagian dari upaya mencari jalan keluar atas persoalan yang dialami daerah," ucap Legislator dari PKB dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Korupsi Jadi Kebutuhan atau Keserakahan?

Khozin menilai praktik korupsi di daerah telah memasuki kondisi yang mengkhawatirkan. Sehingga, seluruh pemangku kepentingan perlu merumuskan langkah penyelesaian yang menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

Menurut dia, pola korupsi yang melibatkan kepala daerah umumnya terjadi melalui tiga jalur, yakni proses rekrutmen jabatan, pengadaan barang dan jasa, serta penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian perizinan. Celah tersebut, kata dia, harus ditutup melalui perbaikan mekanisme dan penguatan sistem pengawasan.

"Negara harus ada tindakan konkret, bukan dibiarkan yang sewaktu-waktu akan menjerat kepala daerah lainnya," kata dia.

Selain memperkuat pengawasan, Khozin menilai pemerintah juga perlu mengidentifikasi penyebab utama kepala daerah melakukan tindak pidana korupsi.

Mitigasi itu dinilai mendesak agar ada solusi yang konkret dan lebih tepat sasaran.

"Korupsi kepala daerah by need (karena kebutuhan) atau greed (keserakahan)? Karena kebutuhan untuk balik modal politik, solusinya desain pilkada harus tidak padat modal dan peningkatan dana insentif kepala daerah. Namun, apa pun motifnya, korupsi di daerah tidak dibenarkan," katanya.

Legislator yang membidangi urusan otonomi daerah itu menegaskan bahwa pembenahan tata kelola pemerintahan daerah harus menjadi perhatian utama karena kasus korupsi kepala daerah terus berulang dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data hingga 29 Juli 2026, sebanyak 17 kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah ditangkap KPK sepanjang periode 2025 hingga 2026. Modus operandinya macam-macam, mulai dari dugaan pemerasan hingga jual beli jabatan.

Pada 2025, kepala daerah yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi meliputi Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, dan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Sementara sepanjang 2026, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Bupati Muara Enim Edison, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Bupati Langkat Syah Afandin, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Daftar tersebut kembali bertambah setelah KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang ditangkap beserta dengan istrinya. Anom adalah Bupati kelima dari Jawa Tengah yang diciduk KPK sepanjang 2026. (ant/rpi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cegah Konflik Kepentingan, Sudaryono Larang Pejabat BGN Bertemu Mitra MBG Diam-Diam

Cegah Konflik Kepentingan, Sudaryono Larang Pejabat BGN Bertemu Mitra MBG Diam-Diam

Kepala BGN Sudaryono melarang pejabat BGN bertemu pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam program MBG seperti mitra, pemasok hingga pengelola dapur secara diam-diam.
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Toilet Masjid Kudus, Sang Ibu Pergoki Aksi OTK Lagi Rekam Buah Hatinya

Viral Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Toilet Masjid Kudus, Sang Ibu Pergoki Aksi OTK Lagi Rekam Buah Hatinya

Seorang ibu melabrak pria tak dikenal diduga melakukan tindakan pelecehan pada anaknya. Buah hatinya diduga direkam di toilet masjid di Kudus, Jawa Tengah.
Daftar Tim yang Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Bandung Jadi yang Pertama

Daftar Tim yang Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Bandung Jadi yang Pertama

Daftar tim yang lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2026, salah satunya ada Persib Bandung yang menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke babak empat besar.
KSP: Presiden Fokus Tindak Lanjuti Pembangunan Bandara di Bali Utara

KSP: Presiden Fokus Tindak Lanjuti Pembangunan Bandara di Bali Utara

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan Presiden Prabowo Subianto fokus untuk menindaklanjuti pembangunan bandara di Bali Utara.
Buntut Kematian 6 Dokter Internship di 2026, Kemenkes akan Lakukan Tes Kesehatan dan Kejiwaan dengan Tujuan Ini

Buntut Kematian 6 Dokter Internship di 2026, Kemenkes akan Lakukan Tes Kesehatan dan Kejiwaan dengan Tujuan Ini

Sebelumnya viral kabar kematian dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira. Kementerian Kesehatan pun mengambil langkah antisipatif
Prabowo Naikkan Tukin Prajurit Setelah Delapan Tahun Tanpa Penyesuaian

Prabowo Naikkan Tukin Prajurit Setelah Delapan Tahun Tanpa Penyesuaian

Presiden Prabowo Subianto menaikkan tunjangan kinerja (tukin) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pegawai Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui dua peraturan presiden setelah sekitar delapan tahun tanpa penyesuaian besaran tunjangan.

Trending

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di media sosial @wargajakarta.id sebuah video memperlihatkan tukang martabak mini menjadi korban pencurian.
Nasib Program MBG akan Diputus MK Kamis Ini

Nasib Program MBG akan Diputus MK Kamis Ini

Hari ini, Kamis (30/7), Mahkamah Konstitusi (MK) menjadwalkan sidang pengucapan putusan atau ketetapan gugatan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
4 Shio yang Tiba-tiba Dapat Rezeki Nomplok pada 31 Juli 2026, Anjing Paling Untung

4 Shio yang Tiba-tiba Dapat Rezeki Nomplok pada 31 Juli 2026, Anjing Paling Untung

Ramalan keuangan shio 31 Juli 2026 membongkar 4 shio yang tiba-tiba dapat rezeki nomplok, lengkap angka hoki serta shio paling untung sepanjang hari Jumat ini.
Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terjaring OTT KPK menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Pemerintah diminta segara mengatasi akar masalahnya.
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung tingginya biaya politik, persoalan pendapatan, dan besarnya kewenangan menjadi akar persoalan korupsi di daerah.
Selengkapnya

Viral