News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Perangkat Desa di Pekalongan Ditemukan Tewas di Sawah, Berawal dari Pelaku Kesal Sering Disuruh

Berikut kronologi lengkap jasad Rusyanto (57), perangkat Desa Kalipancur, Pekalongan ditemukan tewas di area sawah akibat dibunuh oleh pelaku yakni tetangganya.
Kamis, 30 Juli 2026 - 13:43 WIB
Proses evakuasi jasad perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan yang ditemukan di area sawah
Sumber :
  • tvOneNews

Pekalongan, tvOnenews.com - Seorang perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, R (57) menggegerkan publik. Jasadnya ditemukan di area persawahan pada Selasa (28/7/2026).

Kasus tewasnya perangkat desa di Pekalongan tersebut membuat polisi dengan cepat menangkap pelaku berinisial D (27) yang merupakan tetangga korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan sementara, pelaku mengakui motif menghabisi nyawa korban. Penyebab melakukan aksi pembunuhan akibat rasa sakit hati.

Adapun kronologi perangkat desa yang ditemukan tewas di persawahan di Pekalongan sebagai berikut yang dirangkum tvOnenews.com pada Kamis (30/7/2026).

Kronologi Perangkat Desa di Pekalongan Ditemukan Tewas di Sawah

Polisi mengungkapkan bahwa jasad R ditemukan tewas di area persawahan pada Selasa, 28 Juli 2026 pagi hari. Penemuan ini tak lepas dari seorang warga yang hendak mengairi sawah di Desa Kalipancur.

Penemuan jasad R membuat warga yang hendak mengairi sawah melaporkan kepada pihak kepolisian. Tim dari Satreskrim Polres Pekalongan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk kebutuhan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf menyampaikan bahwa, polisi juga langsung meringkus pelaku dalam hitungan waktu beberapa jam penemuan jasad perangkat desa tersebut.

"Alhamdulillah dalam waktu tiga jam, Unit Reaksi Cepat Polres Pekalongan berhasil mengungkap identitas pelaku dan langsung mengamankan pelaku," ujar Rachmad saat dihubungi tvOne, Kamis, 30 Juli 2026.

Tambah Rachmad, Satreskrim Polres Pekalongan juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pecahan balok, kardus, celurit, dan beberapa batu yang ditemukan di TKP.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan maupun meminta keterangan kepada enam saksi. Hal ini membuat jajaran Polres Pekalongan mudah menyimpulkan motif kasus kematian perangkat desa tersebut diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan.

Motif Pelaku Bunuh Perangkat Desa di Pekalongan

Rachmad menyampaikan hasil dari pemeriksaan sementara terkait pengakuan pelaku mengenai motif diduga membunuh Rusyanto. D mengaku telah sakit hati kepada korban.

"Motif sampai dengan saat ini dari pelaku menyampaikan bahwa pelaku masih sakit hati dengan korban," ungkap Rachmad.

Awal mula kasus pembunuhan ini akibat pelaku kerap kali diperintah oleh korban. D selalu disuruh sehingga mengganggu waktu istirahatnya.

Berbagai perintah dari korban membuat pelaku kesal dan berujung sakit hati. Hal ini mendorong D nekat berupaya untuk melakukan aksi pembunuhan.

"Kebetulan juga dari pelaku ini beternak belut sehingga banyak sekali perintah yang sudah diberikan kepada pelaku dari korban. Sering kali pelaku ini merasa kurang enak hati sehingga melakukan upaya dan perencanaan pembunuhan," jelasnya.

Korban dan pelaku kebetulan sudah lama saling mengenal. Keduanya merupakan tetanggaan sehingga cukup sering berinteraksi satu sama lain.

Korban bernama Rusyanto juga dikabarkan sering menitipkan sepeda motornya di rumah tersangka. Saking dekatnya membuat perangkat desa tersebut menyuruh tetangganya.

"Misalnya membelikan ataupun menerima paket COD sehingga selama pelaku ini disuruh-suruh korban memang sering kali di saat waktu tidak tepat atau waktu istirahatnya," bebernya.

Ia menambahkan, pelaku juga mempunyai sikap temperamental. Gejolak emosinya selalu timbul ketika disuruh oleh korban sehingga menyebabkan rasa sakit hati.

Apakah Ada Unsur Pembunuhan Berencana?

Hingga kini, penyidik terus melakukan pendalaman terkait adanya dugaan unsur pembunuhan berencana. Meski telah mengakui perbuatannya, pelaku dijerat Pasaal 459 subsider Pasal 458 subsider Pasal 467 ayat (3) KUHP tentang dugaan pembunuhan rencana, pembunuhan, serta penganiayaan menyebabkan kematian.

Tersangka juga bisa terancam hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun. Ancaman ini berlaku apabila unsur pembunuhan berencana terbukti.

"Kami jugag nantinya akan mendalami melalui psikologi sehingga nanti akan ditemukan unsur dari pembunuhan ini apakah ini pembunuhan berencana atau biasa," tukasnya.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keberagaman metodologi di tengah dominasi pendekatan kuantitatif pada diskursus ilmu politik global. 
Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Hasil positif diraih skuad Al Nassr, meski mereka harus tampil tanpa kehadiran sang megabintang andalan, Cristiano Ronaldo di Liga Champions Elit AFC 2026 (LCA)
Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Memasuki musim hujan, sejumlah fasilitas operasional di LRT Jabodebek menjalani fogging pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 untuk mengantisipasi risiko DBD.
Herri Pras Unggah Hal Ini setelah Videonya Digeruduk Sekelompok OTK karena Tantang 'Fight' Viral

Herri Pras Unggah Hal Ini setelah Videonya Digeruduk Sekelompok OTK karena Tantang 'Fight' Viral

YouTuber Herri Pras langsung mengunggah dan singgung tentang orang yang disebut kuat sukses meredam amarahnya. Itu setelah video digeruduk OTK viral di medsos.
Listyo Sidak KDKMP Cakung Timur, KSP Apresiasi Kemhan Support Gerai Obat

Listyo Sidak KDKMP Cakung Timur, KSP Apresiasi Kemhan Support Gerai Obat

KSP mengecek ketersediaan gerai obat, tabung gas 3 Kg bersubsidi, kebutuhan pokok, serta barang-barang bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau di KDKMP.
Barcelona Belum Menyerah Kejar Alessandro Bastoni, Inter Milan Pasang Harga Rp1,3 Triliun

Barcelona Belum Menyerah Kejar Alessandro Bastoni, Inter Milan Pasang Harga Rp1,3 Triliun

Barcelona belum menyerah dalam perburuan bek Inter Milan, Alessandro Bastoni. Klub asal Catalunya itu masih menjaga komunikasi dengan perwakilan sang pemain.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral