News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beredar Diduga Curhatan Winda Lorenza ke Sahabat, Temukan Fakta Sebelum Mantan Istri Polisi di Medan Tewas

Sejumlah fakta baru kondisi sebelum Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi, Bripka IH tewas muncul lewat tangkapan layar percakapan dengan sahabat viral.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:17 WIB
Papan nisan WLG, mantan istri polisi dari anggota Polsek Medan Sunggal, Bripka IH
Sumber :
  • tvOneNews

Medan, tvOnenews.com - Sejumlah fakta baru terus bermunculan di tengah misteri kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (35), mantan istri polisi dari anggota Polsek Medan Sunggal, Bripka IH.

Winda Lorenza ditemukan tewas usai diduga bunuh diri di kamar mandi di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (2/8/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan istri polisi itu diduga tewas bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) jenis revolver milik Bripka IH. Sebab, terdengar letusan senjata dari kamar mandi yang terkunci rapat.

Di tengah perkara ini, sejumlah tangkapan layar percakapan diduga Winda Lorenza dengan para sahabat beredar di media sosial. Hal ini diunggah melalui akun Instagram @folk.cyber, Kamis (6/8/2026).

"Untuk meluruskan berita dugaan bahwa korban bunuh diri, itu sangat mustahil," tulis akun Blogger tersebut dikutip tvOnenews.com, Jumat (7/8/2026).

Sejumlah percakapan itu diunggah untuk menguatkan keyakinan keluarga korban. Hal ini bisa menjadi petunjuk terkait fakta terbaru di tengah pengusutan kematian mantan istri polisi itu.

Fakta Baru Kematian Mantan Istri Polisi di Medan

Jenazah WLG (35), mantan istri polisi dari anggota Polsek Medan Sunggal, Bripka IH
Jenazah WLG (35), mantan istri polisi dari anggota Polsek Medan Sunggal, Bripka IH
Sumber :
  • tvOneNews

Dalam awal unggahan itu, sebuah tangkapan layar percakapan diduga berasal dari agent properti rumah. Ia memberi nama kontak diduga korban yakni "Ren".

Di momen itu, korban mengirimkan dua gambar rumahnya setelah dihubungi oleh agent properti. Sementara sang agent memberitahukan sekitar dua minggu lagi akan ada pihak yang survey rumah korban yang ingin dijual.

"Dapat diartikan bahwa 2 minggu dari tanggal 25 Juli 2026 adalah tanggal 8 Agustus 2026, di mana hari tersebut adalah hari yang ditunggu oleh korban," tulisnya.

Uang hasil penjualan rumah tersebut untuk memastikan korban benar-benar keluar dari kediaman mantan mertuanya demi kembali menata hidupnya. Berdasarkan dari keterangan pihak kepolisian, WLG dan IH telah bercerai.

Dalam tangkapan layar percakapan yang kedua pada Rabu, 22 Juli 2026, korban mengungkapkan bahwa dirinya tinggal bersama mertuanya. Sebab, ia telah pulang ke Medan pasca merantau mencari nafkah ke Jakarta.

Di percakapan itu, mantan istri polisi tersebut juga mengirimkan sejumlah gambar rumah yang akan dijual. Seorang sahabat kemudian bertanya-tanya terkait kondisi tersebut.

"Terus mertuamu makan apa?," tanya dia.

"Mertuaku dimasakin, Mbak, sekali makan aja habis. Pagi, siang, sore masak hanya makan pas-pasan, atau kadang mereka makan di luar," jawab korban.

Sang sahabat justru heran dengan keberadaan korban di sana. WLG menyampaikan aktivitasnya hanya sebatas mengurus anak, baik antar-jemput sekolah, mengurusi anak-anak, serta bantu-bantu beres di rumah.

Pembahasan bergeser terkait kebutuhan makan korban. WLG mengaku tidak makan di kediaman mertuanya dengan dalih belum ada makanan yang tersedia.

"Hanya anakku saja yang disediakan lauk. I enggak makan di rumah, aku enggak dikasih uang. Kalau ada stok telur, baru aku bisa makan. Udah rhey," terang korban.

Dikasih Uang Rp10 Ribu

Kemudian tangkapan layar percakapan antara WLG dan sahabat bergeser. Pada Jumat, 24 Juli 2026, korban menumpahkan keluh kesahnya saat ingin membeli makan.

"Kau lihat ini. Aku minta uang cuma dikasih Rp10 ribu," katanya.

Selain itu, korban mulai menceritakan kondisinya yang mengalami pertengkaran hebat. Ia tidak diperbolehkan keluar rumah untuk pergi ke Jakarta.

Hingga 1 Agustus 2026, sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp menunjukkan diduga korban mengungkapkan bahwa anaknya ingin dibelikan makanan junk food.

Alih-alih dikirimkan uang, korban diduga sudah tidak tahan atas perlakuan tersebut. Ia tidak sabar menunggu rumah yang di Jakarta akan dibeli pada 8 Agustus 2026.

Hingga kini, kebenaran sejumlah fakta tersebut belum bisa dibuktikan sebelum pihak kepolisian mengungkapkan kabar terbaru terkait proses penyelidikan kematian WLG.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan menerangkan peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban dan suaminya bersama di sebuah rumah di kawasan Medan Helvetia.

Lanjut Ferry, IH diduga sedang istirahat. Personel polisi itu meletakkan tas berisi senjata api di atas meja setelah pulang dinas. Saat terbangun, ia terkejut senpi tersebut sudah tidak ada dan mendengar suara letusan dari dalam kamar mandi.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Adapun jenazah WLG dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan.

Sementara, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan hasil dari proses penyelidikan sementara. Polisi telah memanggil saksi IH dan anaknya berinisial M (9).

Barang bukti yang diamankan berupa senpi diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Sementara keluarga korban melalui sang ayah, Sanalui membantah anaknya tewas diduga bunuh diri.

Ia menduga anaknya menjadi korban tindak penganiayaan. Di sejumlah bagian tubuhnya, terdapat wajah memar hingga luka lebam.

Kuasa hukum keluarga korban, Paul Junisu Jethro Tambunan mengungkapkan bahwa pihak keluarga WLG melaporkan mantan menantunya ke Polda Sumut terkait dugaan tindak pidana pembunuhan.

Laporan itu dibuat ayah korban, Sanalui Gowasa di SPKT Polda Sumut. Laporan polisi tersebut telah teregister dengan Nomor LP/B/1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

"Kejanggalan muncul saat jenazah dibawa ke rumah duka. Banyak luka lebam, ada sayatan di bagian lutut sehingga keluarga membuat pengaduan dugaan pidana pembunuhan sebagaimana Pasal 458 KUHP," ujar Paul, Kamis (6/8/2026) malam.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Maarten Paes Belum Habis di Ajax Amsterdam

Maarten Paes Belum Habis di Ajax Amsterdam

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes akan bersaing ketat dengan Marc-Andre ter Stegen sebagai penjaga gawang utama di Ajax Amsterdam.
5 Fakta Mediasi Kedua Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah, Ditunda hingga 13 Agustus 2026

5 Fakta Mediasi Kedua Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah, Ditunda hingga 13 Agustus 2026

Ruben Onsu dan Sarwendah menjalani mediasi kedua terkait hak asuh anak yang ditunda hingga 13 Agustus 2026. Simak lima fakta berikut di artikel ini.
KBPBI Apresiasi Langkah Kapolri Buka Ruang Diskusi Aspirasi Buruh Terkait Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

KBPBI Apresiasi Langkah Kapolri Buka Ruang Diskusi Aspirasi Buruh Terkait Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Langkah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang membuka pintu diskusi bagi kelompok buruh menuai apresiasi dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). 
Mencekam! Penembakan Massal di Sekolah Thailand buat Guru hingga Teman Sembunyi, Identitas Pelaku ABG 14 Tahun

Mencekam! Penembakan Massal di Sekolah Thailand buat Guru hingga Teman Sembunyi, Identitas Pelaku ABG 14 Tahun

Sebuah insiden penembakan brutal menghantam sekolah menengah elite Debsirin Nonthaburi di Thailand, Jumat (7/8/2026). Pelaku merupakan remaja berusia 14 tahun.
Kapolri Siap Jembatani Aspirasi Buruh, Dukung Dialog Penyusunan RUU Ketenagakerjaan dengan DPR

Kapolri Siap Jembatani Aspirasi Buruh, Dukung Dialog Penyusunan RUU Ketenagakerjaan dengan DPR

Kapolri Listyo Sigit menegaskan Polri siap mendukung terciptanya komunikasi yang konstruktif agar proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan antara buruh dan DPR berjalan baik.
Reaksi Menohok Sahabat Ruben Onsu soal Tudingan Selingkuh: Gak Perlu Beli Kasur, Hotel Aja Selesai

Reaksi Menohok Sahabat Ruben Onsu soal Tudingan Selingkuh: Gak Perlu Beli Kasur, Hotel Aja Selesai

Reaksi sahabat Ruben Onsu soal tudingan selingkuh yang diungkap Sarwendah menjadi sorotan. Ia membantah tuduhan tersebut dan menyebut tak ada bukti.

Trending

Duel Timnas Indonesia vs Singapura Awalnya Bukan di Stadion Jalan Besar

Duel Timnas Indonesia vs Singapura Awalnya Bukan di Stadion Jalan Besar

Timnas Indonesia melawan Singapura pada Jumat malam ini, 7 Agustus 2026 di Stadion Jalan Besar. Namun, tahukah kamu kalau awalnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Nasional Kallang?
Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Joko ajak seluruh pihak untuk tetap menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari Mabes Polri.
Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Beredar Diduga Curhatan Winda Lorenza ke Sahabat, Temukan Fakta Sebelum Mantan Istri Polisi di Medan Tewas

Beredar Diduga Curhatan Winda Lorenza ke Sahabat, Temukan Fakta Sebelum Mantan Istri Polisi di Medan Tewas

Sejumlah fakta baru kondisi sebelum Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi, Bripka IH tewas muncul lewat tangkapan layar percakapan dengan sahabat viral.
Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.
Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty soroti kasus Yurizal pasien BPJS yang viral, ingatkan para nakes untuk jaga empati.
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
Selengkapnya

Viral