News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Belum Bisa Pastikan Winda Lorenza yang Tewas Adalah Saksi Kasus Bea Cukai

KPK belum memastikan Winda Lorenza yang tewas diduga bunuh diri adalah saksi kasus Bea Cukai. Penyidik sebelumnya menelusuri aliran uang dan aset.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:38 WIB
Gedung KPK.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Winda Lorenza menjadi perhatian setelah perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia dan diduga bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) milik suaminya yang merupakan anggota kepolisian.

Di tengah kabar tersebut, muncul informasi bahwa nama Winda Lorenza sebelumnya tercatat dalam daftar pemanggilan saksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama tersebut dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan terkait perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemunculan nama yang sama dalam dua peristiwa berbeda itu kemudian mendapat perhatian. KPK pun buka suara mengenai kemungkinan apakah Winda Lorenza yang meninggal dunia tersebut merupakan orang yang sama dengan saksi yang pernah dipanggil dalam perkara dugaan korupsi tersebut.

KPK Belum Pastikan Identitas Winda Lorenza

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah Winda Lorenza yang ditemukan meninggal dunia merupakan orang yang sama dengan saksi yang sebelumnya dipanggil penyidik KPK.

Menurut Budi, kepastian mengenai hal tersebut belum dapat disampaikan karena saksi dengan nama Winda Lorenza yang masuk dalam agenda pemeriksaan KPK pada April lalu tidak hadir dalam pemeriksaan.

"Untuk itu kita belum bisa memastikan secara persis ya, apakah saksi yang dipanggil pada saat itu adalah orang yang sama dengan yang dimaksud karena memang dalam penjadwalan pemeriksaan tersebut yang bersangkutan tidak hadir," kata Budi, dikutip Rabu (12/8/2026).

Dengan demikian, KPK belum mengonfirmasi adanya keterkaitan antara perempuan yang ditemukan meninggal dunia tersebut dengan saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai.

KPK juga masih berfokus pada proses penyidikan perkara yang tengah ditangani, termasuk penelusuran informasi yang dibutuhkan untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi.

Winda Dipanggil Terkait Aliran Uang dan Aset

Budi menjelaskan, saksi bernama Winda Lorenza yang dipanggil pada April lalu dibutuhkan keterangannya oleh penyidik karena diduga mengetahui informasi mengenai aliran uang atau aset salah satu tersangka.

Keterangan tersebut diperlukan penyidik untuk memperdalam informasi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Pemeriksaan terhadap saksi dijadwalkan untuk mengonfirmasi berbagai informasi yang telah diperoleh penyidik.

"Sehingga penyidik kemudian menjadwalkan pemeriksaan kepada yang bersangkutan untuk digali, didalami, mengonfirmasi keterangan-keterangan yang dibutuhkan untuk kemudian mengungkap seperti aliran uang atau aset dari pihak tersangka," ungkap Budi.

Pemanggilan tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan yang dilakukan KPK untuk mengungkap perkara secara lebih menyeluruh.

Keterangan saksi diperlukan untuk membantu penyidik mengurai informasi mengenai aset maupun aliran dana yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

KPK Telusuri Aset Dugaan Korupsi Bea dan Cukai

Selain mendalami keterangan saksi, penyidik KPK juga tengah melakukan penelusuran terhadap aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Budi menyebut penelusuran aset menjadi salah satu fokus penyidik dalam perkara di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui aset-aset yang diduga bersumber dari tindak pidana korupsi.

"Memang perkara ini penyidik juga fokus menelusuri dan melacak berkaitan aset-aset yang diduga bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi," tandasnya.

Sementara itu, kabar mengenai Winda Lorenza yang ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya menjadi perhatian publik. Namun, hingga kini KPK belum memastikan apakah perempuan tersebut merupakan saksi dengan nama yang sama yang pernah masuk dalam agenda pemeriksaan penyidik pada April lalu.

KPK masih menjalankan proses penyidikan perkara dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai, termasuk menelusuri aliran uang serta aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. (aha/nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan Enam Bidang SPM

Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan Enam Bidang SPM

Transformasi dilakukan agar Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan memiliki kedudukan yang semakin strategis dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Pajak E-Commerce Belum Pasti Jalan November, Purbaya Soroti Kondisi Ekonomi dan Daya Beli

Pajak E-Commerce Belum Pasti Jalan November, Purbaya Soroti Kondisi Ekonomi dan Daya Beli

Pajak e-commerce berpeluang kembali ditunda. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat jadi pertimbangan.
DPR Beri Pesan 'Menohok' Wacana Masjid Istiqlal Melantai di Bursa Efek

DPR Beri Pesan 'Menohok' Wacana Masjid Istiqlal Melantai di Bursa Efek

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengusulkan pemerintah mengembangkan alternatif pengelolaan dana wakaf Masjid Istiqlal tanpa masuk pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anggota Komisi VII DPR Andhika Satya Wasistho: Transformasi Ojol menjadi UMKM sebagai Langkah Keadilan Transformatif

Anggota Komisi VII DPR Andhika Satya Wasistho: Transformasi Ojol menjadi UMKM sebagai Langkah Keadilan Transformatif

Langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. 
Sambut Hari Kemerdekaan, Bright Gas Diskon hingga Rp8.100 per Tabung hingga Akhir Agustus

Sambut Hari Kemerdekaan, Bright Gas Diskon hingga Rp8.100 per Tabung hingga Akhir Agustus

Menyambut Hari Kemerdekaan, Pertamina Patra Niaga gelar promo Bright Gas dengan diskon hingga Rp8.100 per tabung untuk refill Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg.
Heboh Dugaan Skandal Suap Seks yang Seret Yudai Yamamoto, JFA Pastikan Investigasi Internal 4 Wasit Jepang yang Diduga Loloskan Korea Selatan ke Piala Dunia

Heboh Dugaan Skandal Suap Seks yang Seret Yudai Yamamoto, JFA Pastikan Investigasi Internal 4 Wasit Jepang yang Diduga Loloskan Korea Selatan ke Piala Dunia

Yudai Yamamoto menjadi satu dari empat wasit Jepang yang disebut didgua meloloskan Korea Selatan ke Piala Dunia 2014. 

Trending

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Siswa Sekolah Rakyat berhasil menembus seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya membuat klarifikasi soal laporannya yang menyebabkan klub dihukum. FIFA sempat menjatuhkan hukuman kepada Maung Bandung, namun akhirnya mencabutnya.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Menilik profil singkat Bilal Hasan, petarung MMA Indonesia yang baru saja meraih kontrak UFC usai tampil gemilang di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026) pagi WIB.
Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan dua pria berinisial A (38) dan EJ (45) yang melakukan penipuan menggunakan modus tebus aset Rp3 miliar terhadap wanita lansia di Tangerang.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Selengkapnya

Viral