Soal Bahaya Konsumsi SKM yang Digaungkan Pemerintah, Aktivis Kesehatan Ibu dan Anak: Harus Ada Regulasi yang Kuat
- Istimewa
Lebih lanjut, Irma menjelaskan tahapan selanjutnya setelah regulasi adalah edukasi yang masih harus dilakukan pemerintah. Pasalnya selama ini edukasi hanya dilakukan oleh masyarakat semata. Padahal agar sosialisasi dan edukasi berjalan baik perlu peran pemerintah yang sudah memiliki instrumen serta jaringan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat terbawah.
“Rakyat itu juga harus belajar, tapi nggak boleh dibiarkan belajar sendiri, harus didampingi supaya intervensinya itu dari bawah dan dari atas,” ungkap Irma.
Sebelumnya, Ketua tim peneliti dari Fikom Unisba Firmansyah menjelaskan survei dilakukan terhadap 2.150 responden yang terdiri dari orang tua dengan balita 1-3 tahun. Dari survei tersebut, tim Fikom Unisba banyak menemukan temuan menarik.
Salah satunya yakni sebagian besar responden berada pada jenjang pendidikan sarjana. Ini menunjukkan persoalan kental manis bukan sekadar kurang edukasi semata, namun terdapat faktor ekonomi, budaya keluarga, kebiasaan, hingga pengaruh iklan yang membentuk persepsi masyarakat.
“Hal ini menimbulkan pertanyaan sejauh mana masyarakat memahami kandungan gizi pada produk kental manis. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan tantangan gizi anak yang kompleks, mulai dari masalah stunting, wasting hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular sejak usia dini,” jelas Firmansyah.
Load more