Bakrie Group Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Anindya Sampaikan Pesan Transformasi hingga Strategi Hadapi Tantangan Zaman
- tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bakrie Group menggelar upacara bendera di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Upacara ini diikuti oleh seluruh keluarga besar Bakrie Group serta jajaran perusahaan yang berada di bawah naungannya. CEO PT Visi Media Asia (VIVA) sekaligus CEO PT Bakrie Global Venture, Anindya Novyan Bakrie, bertindak sebagai inspektur upacara.
Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan prosesi mengheningkan cipta dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan, Anindya menyampaikan ucapan selamat Hari Kemerdekaan RI. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kesempatan itu, Anindya turut mengulas perjalanan panjang Bakrie Group yang kini telah memasuki usia 84 tahun.
Anin, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa perjalanan Panjang Grup Bakrie tidak terlepas dari sejarah perjuangan Indonesia.
“Republik Indonesia hari ini berusia 81 tahun dan kelompok usaha Bakrie memasuki usia 84 tahun. Perusahaan yang didirikan oleh kakek kami, almarhum Haji Achmad Bakrie pada tahun 1942 adalah bagian dari perjuangan menegakkan kemerdekaan Indonesia,” kata Anindya.
Anindya mengatakan bahwa Bakrie lahir dan tumbuh bersama Republik, dan Bakrie harus terus memberi manfaat bagi Republik. Menurutnya, sejarah itu bukan sekadar sesuatu yang kita banggakan, sejarah adalah tanggung jawab.
Lebih lanjut, Anindya menerangkan, Bakrie Group memasuki usia ke-84 di tengah dunia berubah sangat cepat, diantaranya, geopolitik, ekonomi, iklim, hingga teknologi. Anindya menegaskan bahwa kita tidak dapat menghadapi dunia baru dengan cara-cara yang lama. Semua harus dihadapi dengan adaptif, efisien, inovatif, dan berani bertransformasi.
“Dari usaha perdagangan hasil bumi yang sederhana di Lampung, Bakrie tumbuh mengikuti perjalanan Indonesia. Dari perdagangan menuju industri, infrastruktur, energi, telekomunikasi, dan media. Sekarang menuju kendaraan listrik, energi baru, dan teknologi digital,” tegasnya.
Kemudian, Anindya menerangkan, selama 84 tahun ini, Bakrie Group telah melewati berbagai gelombang ekonomi. Mulai dari krisis tahun 1998, krisis keuangan global, pandemi COVID, hingga ketidakpastian hari ini.
“Tidak semuanya mudah. Ada masa kita jatuh, ada masa kita menghadapi tekanan yang sangat berat. Tapi itulah DNA-nya Bakrie, bukan berarti kita tidak pernah jatuh, tapi kita tidak pernah berhenti berusaha untuk bangkit,” jelas Anindya.
“Dan ketangguhan itu tidak terletak pada gedung, mesin, ataupun angka neraca. Ketangguhan itu ada pada manusianya, pada Saudara-saudara sekalian. Karena itu, kalau selama ini Bakrie dikenal karena daya tahannya, ke depan Bakrie harus makin dikenal dengan daya saingnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Anindya menjelaskan bahwa perjalanan Bakrie ini kini berada pada generasi ketiga. Generasi pertama adalah creator yaitu membangun fondasi, generasi kedua adalah expander atau membesarkan dan melakukan ekspansi.
“Maka InsyaAllah generasi ketiga harus bisa men-transform. Tugas kita bukan sekadar menjaga apa yang sudah ada. Tugas kita adalah mempersiapkan Bakrie untuk 84 tahun lagi,” tegas Anindya.
“Transformasi ini harus berpijak pada nilai yang diwariskan oleh almarhum Haji Achmad Bakrie, yaitu ke-Indonesia-an, kebersamaan, kemanfaatan. Ke-Indonesia-an berarti kita tidak pernah lupa untuk siapa kita berdiri. Kebersamaan berarti kita tidak tumbuh sendirian. Dan kemanfaatan berarti tolak ukur keberhasilan kita bukan hanya seberapa besar perusahaan kita, tetapi berapa besar manfaat yang diberikan,” jelasnya. (ars/rpi)
Load more