Terkuak Alasan Provinsi NTT Rawan Terjadi Gempa Bumi, Ahli Ingatkan Perlu Bangunan Berstruktur Kuat sampai Edukasi Warga
- istimewa
Ditambah penjelasan, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Daryono dalam tayangan YouTube Liputan6, pada Minggu (16/8). Ia menyebut memang NTT berada di elemen sesar yang aktif.
"ini dikenal sangat aktif terbentuk dari hujaman balik atau sebagai Flores Back-Arc Thrust dari pergerakan Lempeng Indo-Australia. Sehingga sesar ini menjadi ancaman permanen untuk kejadian kepadaan bumi di busur Bali, Lombok, NTT, NTB sampe wetar," katanya dikutip Senin (17/8).
"jadi mengingat di wilayah Flores berada di jalur tektonik yang sangat aktif, sehingga upaya mitigasi, edukasi dan membangun bangunan yang strukturnya kuat dan belajar untuk selamat itu harus digalakkan di NTT karena kawasannya berdampingan dengan jalur sesar aktif," pesan Daryono sebagai anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).
Sejarah Gempa Bumi di NTT
Berdasarkan informasi yang dirangkum tvOnenews.com dari berbagai sumber, termasuk laman resmi BNPB. Ternyata gempa di NTT tidak hanya di tahun 2026, tetapi sudah pernah terjadi sejak 1896.
Singkatnya pada 18 April 1896, terjadi gempa merusak di Flores yang menewaskan sekitar 250 orang.
Lalu pada 12 Desember 1992, terjadi gempa dahsyat M7,5–M7,8 mengguncang Maumere, Flores, memicu tsunami setinggi belasan hingga puluhan meter, menelan korban jiwa sekitar 2.500 orang, dan menghancurkan 90% bangunan lokal.
Disebutkan pada tahun itu, menjadi sejarah besar karena gempa bumi memicu tsunami besar yang merenggut ribuan nyawa dan meluluhlantakkan infrastruktur di Pulau Flores.
Catatan resmi menyebutkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia, ribuan lainnya luka-luka, serta puluhan ribu kehilangan tempat tinggal. Dalam sejarah, disebut-disebut peristiwa ini salah satu gempa yang paling mematikan sebelum era modern sistem peringatan dini tsunami dibangun.
Kemudian gempa kembali lagi pada 12 November 2004 dengan M7,5 yang mengguncang Kalabahi, Alor, menyebabkan 31 orang meninggal dan ratusan rumah rusak.
Terjadi kembali pada 14 Desember 2021: Gempa M7,5 berpusat di laut barat laut Larantuka memicu tsunami kecil dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Terbarunya kemarin, pada 15 Agustus 2026, gempa kembali terjadi di Provinsi NTT bermagnitudo 7,7 mengguncang laut timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 km, yang dinilai para ahli memiliki kemiripan mekanisme sumber dengan tragedi Flores 1992 dan sempat memicu peringatan dini tsunami.(klw)
Load more