Lalin Jakarta Diprediksi Padat Imbas Demo Mahasiswa, Ini Kawasan yang Sebaiknya Dihindari
- tvOnenews - Aldi Herlanda
Demo Mahasiswa Bikin Lalu Lintas Jakarta Berpotensi Padat, Dishub Minta Hindari Monas hingga Sudirman
Jakarta, tvOnenews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat menghindari sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak aksi penyampaian pendapat atau demonstrasi mahasiswa di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sejumlah ruas jalan dan kawasan yang menjadi perhatian berada di Jakarta Pusat, termasuk area Gedung DPR/MPR RI, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, hingga kawasan Monumen Nasional (Monas).
Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas maupun perubahan arus kendaraan akibat pergerakan massa aksi.
Ini Lokasi yang Diimbau Dihindari
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan masyarakat yang hendak melintasi kawasan terdampak diharapkan menyesuaikan waktu perjalanan.
Selain itu, masyarakat diminta mempertimbangkan jalur alternatif apabila kondisi lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi mengalami perubahan.
“Petugas kami siagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga mobilitas masyarakat,” kata Budi dalam keterangan resmi, Selasa.
Selain Gedung DPR/MPR RI, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, dan kawasan Monas, Dishub DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat terhadap sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa.
Beberapa lokasi tersebut meliputi:
-
Gedung DPR/MPR RI
-
Jalan Jenderal Sudirman
-
Jalan M.H. Thamrin
-
Kawasan Monas
-
Tugu Proklamasi
-
LBH Jakarta di Jalan Diponegoro
-
Depan SMPN 8 di Jalan Pegangsaan Barat
Masyarakat yang memiliki aktivitas atau perjalanan di sekitar kawasan tersebut diminta memperhatikan perkembangan situasi sebelum berangkat.
Dishub Siagakan 60 Petugas
Untuk mengantisipasi dampak aksi penyampaian pendapat terhadap kelancaran lalu lintas, Dishub DKI Jakarta menyiagakan sebanyak 60 petugas.
Petugas akan membantu melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus menjaga mobilitas masyarakat di tengah potensi peningkatan aktivitas kendaraan dan massa di sejumlah titik.
Budi menjelaskan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Artinya, pengaturan arus kendaraan akan menyesuaikan kondisi dan pergerakan massa yang terjadi di lapangan.
Dishub DKI Jakarta juga akan terus memantau perkembangan situasi selama aksi berlangsung. Pemantauan dilakukan bersama kepolisian dan unsur terkait untuk menentukan langkah pengaturan lalu lintas yang diperlukan.
Load more