Prioritaskan Penanganan Darurat, Mensesneg Ungkap Rencana Peninjauan Presiden Prabowo ke NTT
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah masuk dalam tahap pematangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (18/8) malam, Prasetyo menjelaskan bahwa peninjauan ke area bencana memerlukan kesiapan yang lebih mendalam dibandingkan kunjungan kenegaraan pada umumnya.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan di lokasi berjalan efektif.
“Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” tutur Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintah pusat terus memantau situasi secara intensif setiap harinya.
Berbagai lembaga terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan SAR Nasional (Basarnas), secara rutin menyetorkan laporan perkembangan terkini kepada Presiden.
Selain koordinasi pusat, Prasetyo turut memberikan apresiasi atas gerak cepat pemerintah daerah yang saling bahu-membahu mengirimkan bantuan, salah satunya dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami juga mengapresiasi banyak pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ungkapnya.
Mengenai kepastian kapan Presiden akan mendarat di NTT pada pekan ini, Prasetyo menyebutkan bahwa keputusan tersebut sangat bergantung pada situasi riil di area terdampak.
“Nanti kita lihat, kita lihat kondisinya di lapangan,” imbuhnya.
Peristiwa bencana ini bermula ketika gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) dini hari.
Meski sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG, status waspada tersebut telah dicabut pada pukul 07.30 WIB di hari yang sama.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melalui pernyataan resminya berkomitmen untuk memberikan pelayanan darurat terbaik bagi warga NTT.
Presiden telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk terjun langsung ke lapangan.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” tulis Presiden Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo yang dikutip pada Minggu (16/8).
Load more