Indonesia Bersiap Tinggalkan Bahan Bakar Tinggi Emisi, Biodiesel hingga E-Methanol Jadi Opsi
- BKI.
Pendekatan tersebut memperhitungkan emisi dalam keseluruhan siklus hidup bahan bakar, mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi hingga digunakan di atas kapal.
Hal ini menjadi penting karena bahan bakar rendah karbon seperti biodiesel, Liquefied Natural Gas (LNG), metanol, dan amonia memiliki karakteristik yang berbeda. Selain tingkat emisinya, penerapan masing-masing bahan bakar juga bergantung pada kematangan teknologi dan kesiapan rantai pasok.
Dengan pendekatan berbasis data, pemilihan bahan bakar diharapkan tidak hanya melihat emisi ketika digunakan di kapal, tetapi juga dampaknya sepanjang siklus hidup.
CII Jadi Salah Satu Ukuran Efisiensi Kapal
Selain mengganti sumber energi, efisiensi operasional kapal menjadi bagian penting dalam upaya menekan emisi. Salah satu instrumen yang dibahas dalam forum tersebut adalah Carbon Intensity Indicator (CII).
CII dapat digunakan untuk melihat kinerja intensitas karbon kapal. Dengan memahami indikator tersebut, pelaku industri dapat mengetahui ruang perbaikan dan menyusun langkah peningkatan efisiensi secara lebih terukur.
Pembahasan mengenai efisiensi energi, bahan bakar rendah karbon, LCA, dan CII kemudian diarahkan untuk menjadi bagian dari penyusunan roadmap dekarbonisasi pelayaran domestik Indonesia.
Penyusunan peta jalan tersebut membutuhkan basis data yang memadai serta metode perhitungan yang kuat agar kebijakan dan target pengurangan emisi dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. (cmi)
Load more