Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Kota Bekasi, tvOnenews.com - Peristiwa kebakaran hebat kembali terjadi di Pasar Bintara, Kota Bekasi, tepatnya di depan Stasiun Cakung pada Minggu (24/8/2026), sekitar pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan pantauan tvOnenews.com di lokasi, puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Bekasi mulai berdatangan pada pukul 01.00 WIB.
Kobaran api yang membara menghanguskan puluhan lapak dan kios pedagang berhasil dipadamkan dalam hitungan kurang lebih sekitar satu jam oleh tim Damkar Kota Bekasi.
Suami dari salah satu pedagang di Pasar Bintara, Mulyanto merasa sedih puluhan lapak dan kios di kawasan tersebut terbakar. Peristiwa ini membuat para pedagang mengalami kerugian.
"Dampak dari kebakaran ini yang pasti mengalami kerugian materiil dan perasaan juga menjadi tidak tenang, mungkin karena tertekan juga," ujar Mulyanto di lokasi kejadian.
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Ia tidak bisa berkata-kata lagi atas peristiwa kebakaran tersebut. Ia hanya pasrah setelah si jago merah menghanguskan sejumlah lapak dan kios di Pasar Bintara.
"Saya juga bingung apa ini musibah karena tidak tahu dan kita juga tidak bisa menduga-duga," ucapnya.
Ia menambahkan, dirinya sedih dagangan serta lapak milik sang istri, Ema juga hangus terbakar. Kebetulan istrinya berjualan barang perabot dan seragam sekolah hingga pakaian lainnya.
Letak lapak dagangan milik sang istri berada di paling depan area Pasar Bintara. Sayangnya peristiwa ini membuat dirinya dan sang istri juga mengalami kerugian materiil yang cukup besar.
"Untuk belanja terakhir saya kurang tahu, tapi total kerugian lumayan. Kalau jumlah barang dagangan lumayan. Untuk seragam itu diperkirakan bisa Rp100 juta, mungkin untuk perabot sedikit dan yang banyak seragam sekolah karena satunya bisa Rp80 ribu," jelasnya.
Lebih lanjut, ia tidak menyangka peristiwa kebakaran kembali terjadi. Insiden serupa pernah melanda Pasar Bintara sekitar awal Mei 2026.
Ia menambahkan, peristiwa kebakaran pada empat bulan lalu tidak begitu besar. Awal mula titik api muncul dari area belakang Pasar Bintara.
Peristiwa tersebut hanya melahap sekitar tiga lapak. Namun insiden ini membuat pedagang yang terdampak juga pernah tertekan dan mengalami kerugian.
"Empat bulan lalu sebenarnya kebakaran juga di belakang. Mungkin cuma tiga lapak yang terdampak," ungkapnya.
Mulyanto mengatakan, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Ia menduga si jago merah muncul disebabkan karena korsleting listrik.
"Lapak dan kios yang hangus itu saya perkirakan 15-20 jumlahnya. Luasnya yang terdampak saya lihat sekitar 100 meter," tukasnya.
(hap)
Load more