GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Temukan Bukti 35 Korek Api, Bensin hingga Bibit Sawit, Hutan di Kalimantan Sengaja Dibakar?

Penyidik juga akan memeriksa transaksi keuangan para tersangka untuk melacak sumber dana yang digunakan dalam kegiatan pembukaan lahan di kalimantan
Senin, 24 Agustus 2026 - 09:55 WIB
72 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Karhutla di Kalimantan, Bareskrim Bocorkan Rinciannya
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Penetapan tersangka dilakukan dalam penanganan perkara oleh sembilan Polda. Polisi menyebut sebagian besar tersangka merupakan petani ladang dan pekerja serabutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan para tersangka diduga membuka lahan dengan metode pembakaran untuk kemudian digunakan sebagai area perkebunan, termasuk sawit.

“Pekerjaannya mereka pekerja serabutan tentunya, memang petani rata-rata membuka lahan kemudian menanam sawit dan sebagainya. Petani ladang,” kata Irhamni kepada wartawan, Minggu 23 Agustus 2026.

Polri kini tidak hanya berfokus pada pelaku pembakaran. Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya pihak yang menyediakan dana untuk kegiatan pembukaan lahan tersebut.

Polisi Sita Korek Api hingga BBM

Dalam pengusutan kasus karhutla itu, penyidik menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan.

Salah satu barang bukti yang ditemukan ialah 35 korek api. Polisi menduga benda tersebut digunakan untuk menyalakan api di lahan yang kemudian terbakar.

"Dalam penanganan perkara tersebut penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti sebagai berikut, 35 buah korek api, ini sebagai alat yang digunakan untuk membakar tentunya," kata Irhamni.

Menurut dia, keberadaan barang bukti tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa kebakaran terjadi akibat tindakan manusia, bukan semata-mata faktor alam.

"Ini bukti memang terjadi kesengajaan untuk melakukan pembakaran, bukan apa yang disebabkan karena alam dampak dari panas El Nino," kata Irhamni menambahkan.

Selain korek api, penyidik menemukan dua botol plastik berisi oli bekas dan dua botol plastik yang digunakan untuk menyimpan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Polisi juga menyita dua jeriken berkapasitas masing-masing 10 liter yang berisi solar. Selain itu, terdapat dua botol plastik berisi pertalite dan satu botol plastik berisi minyak tanah.

Barang bukti lain yang diamankan berupa 21 parang, dua kapak, satu cangkul, serta 39 batang kayu yang telah terbakar.

Penyidik turut mengamankan lima plastik sampel tanah terbakar, dua unit chainsaw atau senso, 13 plastik bekas polybag, enam batang bibit sawit, dan sepasang sepatu bot.

"Dari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik, sangat jelas motif pembakaran tersebut adalah untuk pembukaan lahan," jelas Irhamni.

Menurut Irhamni, kondisi musim kemarau membuat proses pembakaran lahan lebih mudah dilakukan. Lahan yang telah dibuka kemudian dipersiapkan untuk ditanami ketika memasuki musim hujan.

"Rekan-rekan (wartawan) tahu ini adalah musim kemarau, sangat mudah untuk melakukan pembakaran yang nantinya akan ditanami kelapa sawit pada musim hujan nantinya," lanjutnya.

Api Tak Terkendali

Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, polisi menemukan bahwa sebagian besar lahan dibuka menggunakan cara dibakar.

Namun, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan tersebut kemudian meluas dan tidak dapat dikendalikan. Kondisi itu menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera serta Kalimantan.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah Indonesia. Asap akibat kebakaran juga berpotensi menyebar ke negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, terutama kawasan yang berdekatan dengan wilayah perbatasan Indonesia.

Polisi Telusuri Pemodal

Bareskrim Polri saat ini mendalami kemungkinan keterlibatan pemodal di balik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Irhamni mengatakan penyidik tidak berhenti pada pengakuan para tersangka. Polisi akan menelusuri aliran dana untuk mengetahui siapa yang membiayai aktivitas tersebut.

"Tentunya dia membakar tidak akan mau gratis, pasti ada pemodal, pendana, pasti diberikan uang. Uang itu dari mana? Itu yang kami cari. Sampai saat ini kami sedang proses, mohon sabar," ungkapnya.

Polri memastikan penegakan hukum akan diarahkan kepada seluruh pihak yang terbukti memiliki peran dalam karhutla, baik pelaku perorangan maupun korporasi.

Menurut Irhamni, penyidik telah menyusun skala prioritas untuk mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

"Kami skala prioritas akan kami bagi untuk melakukan penegakan hukum mengejar pelaku-pelaku, baik individu maupun korporasi yang terlibat," tuturnya.

Penyidik juga akan memeriksa transaksi keuangan para tersangka untuk melacak sumber dana yang digunakan dalam kegiatan pembukaan lahan.

“Kami tidak percaya apa pengakuan dia (para tersangka), tetapi fakta, bukti, transaksi, ataupun evidence-evidence lain akan kami cari apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain ataupun korporasi yang memerintahkan pembukaan tersebut,” ujar Irhamni. (nba)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar Susunan Pemain Indonesia Vs Thailand di AVC Women's Continental 2026: Sama-sama Turunkan Andalan

Daftar Susunan Pemain Indonesia Vs Thailand di AVC Women's Continental 2026: Sama-sama Turunkan Andalan

Daftar susunan pemain Timnas Voli Putri Indonesia vs Thailand di AVC Women's Continental 2026. Kedua kubu sama-sama membawa pemain terbaiknya.
Polda Metro Jaya Periksa Supriyono Pemilik Rekening Penampung Dana AMPB soal Penggalangan Dana pada 25 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Periksa Supriyono Pemilik Rekening Penampung Dana AMPB soal Penggalangan Dana pada 25 Agustus 2026

Polda Metro Jaya menjadwalkan panggilan pemeriksaan terhadap Koordinator AMPB Supriyono terkait dugaan pemblokiran rekening yang menampung dana operasional dan logistik aksi senilai puluhan juta rupiah.
Motor Pedagang Kopi Dibawa Kabur di Kelapa Gading, Modus “Pinjam Beli Bensin”

Motor Pedagang Kopi Dibawa Kabur di Kelapa Gading, Modus “Pinjam Beli Bensin”

Motor pedagang kopi di Kelapa Gading dibawa kabur pria yang mengaku kehabisan bensin. Simak kronologi, modus pelaku, dan pasal pidana yang dapat menjeratnya.
Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Pencarian video viral kasir Minimarket 7 menit terus ramai. Simak fakta, pola penyebaran link, serta perbandingannya dengan isu “Yank Uwes Yank Part 2”.
Timnas Voli Putri Indonesia Dibayangi Rekor Buruk Jelang Lawan Thailand di AVC Women's Continental 2026

Timnas Voli Putri Indonesia Dibayangi Rekor Buruk Jelang Lawan Thailand di AVC Women's Continental 2026

Timnas Voli Putri Indonesia dibayangi rekor buruk jelang menghadapi Thailand pada lanjutan Pool B AVC Women's Continental 2026, Senin (24/8/2026) pukul 14.00 WIB. Garuda Pertiwi harus berjuang demi mengakhiri tren negatif tersebut.
KPK Sebut Kasus Korupsi di Unsoed Ancaman Serius untuk Akademik dan Masa Depan Indonesia

KPK Sebut Kasus Korupsi di Unsoed Ancaman Serius untuk Akademik dan Masa Depan Indonesia

KPK menyebut praktik korupsi di lingkungan pendidikan menjadi ancaman terhadap akademik dan masa depan Indonesia.

Trending

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Suami pedagang perabot & seragam sekolah di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Mulyanto sedih puluhan lapak dan kios termasuk milik sang istri ludes akibat kebakaran.
Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu resmi gandeng JHONLBF Law Firm untuk hadapi proses hukum usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan.
Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di area kawasan Pasar Bintara, Kota Bekasi, tepatnya di depan Stasiun Cakung pada Minggu (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Duka NTT hingga Kalimantan: Ikhtiar dengan Doa Memohon Perlindungan dari Segala Bencana

Duka NTT hingga Kalimantan: Ikhtiar dengan Doa Memohon Perlindungan dari Segala Bencana

Rangkaian bencana besar melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada beberapa hari. Mulai dari gempa bumi di NTT hingga Karhutla di Kalimantan. Bacalah doa ini
Demo Hari Ini: Sebanyak 1.358 Personel Gabungan Disiagakan di Tiga Titik Unjuk Rasa

Demo Hari Ini: Sebanyak 1.358 Personel Gabungan Disiagakan di Tiga Titik Unjuk Rasa

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan terdapat tiga titik aksi unjuk rasa yang menjadi perhatian kepolisian hari ini.
Alasan Khusus Arema FC Rekrut Mauro Zijlstra dari Persija Jakarta Jelang Super League 2026-2027

Alasan Khusus Arema FC Rekrut Mauro Zijlstra dari Persija Jakarta Jelang Super League 2026-2027

Arema FC mengambil langkah cepat untuk memperkuat lini depan menjelang bergulirnya Super League 2026/27. Singo Edan resmi mendatangkan Mauro Zijlstra, dari Persija Jakarta.
Selengkapnya

Viral