Prabowo Iming-imingi Pangdam dan Kapolda Riau Naik Jabatan Jika Karhutla Tuntas
- Setpres
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal penghargaan khusus kepada Pangdam dan Kapolda Riau setelah menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut berjalan baik.
Bahkan, Prabowo meminta agar masa tugas keduanya menjadi pertimbangan untuk kenaikan jabatan setelah persoalan karhutla di Riau dituntaskan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan di Posko AJU Provinsi Riau terkait penanganan karhutla, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi strategi preventif dan kerja bersama TNI, Polri, BPBD, serta pemerintah daerah dalam menekan kebakaran.
“Bagus, penanganan saudara-saudara. Saya kira ini sesuatu yang sangat baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganannya,” kata Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menilai langkah-langkah pencegahan yang dilakukan jajaran di Riau juga menunjukkan hasil positif. Ia kemudian menanyakan masa tugas Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan.
“Pangdam sudah berapa lama di sini?” tanya Prabowo.
“Siap satu tahun,” jawab Pangdam Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
“Kapolda?” lanjut Prabowo.
“Siap baru 17 bulan,” jawab Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan.
Mendengar masa tugas keduanya, Prabowo langsung meminta agar rekam kerja Pangdam dan Kapolda tersebut diperhatikan. Kepala Negara bahkan mengaitkan penyelesaian sisa karhutla dengan peluang keduanya untuk mendapatkan kenaikan jabatan.
“Coba cari pejabatnya, supaya mereka bisa naik (jabatan). Ya selesain dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla Riau) selesai, ya. Panglima TNI, Kapolri,” ujar Prabowo.
Sinyal tersebut disampaikan ketika Riau masih menghadapi sekitar 900 hektare lahan yang terbakar. Secara kumulatif, karhutla di Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 16.277,50 hektare.
Dari total tersebut, pemerintah mencatat 10.514 hotspot dan 521 firespot. Sebagian besar kebakaran telah berhasil ditangani, sehingga hingga 24 Agustus tersisa tujuh titik kebakaran dengan luas sekitar 900 hektare.
Prabowo mengaku dirinya sempat khawatir dengan kondisi karhutla di Riau sebelum mendarat. Namun, laporan yang diterimanya justru membuatnya lega dan bangga terhadap kinerja jajaran di lapangan.
“Kita harus begini, saya bukan apa-apa, saya kalau… Anda tahu saya kan? Kalau enggak beres aku juga bicaranya juga ketus ya. Tapi kalau bagus saya bicara bagus. Saya besar hati,” kata Prabowo.
“Waktu saya mau mendarat di udara ya saya agak berdua-dua, waduh jangan sampai situasinya jelek. Ternyata doa saya mungkin agak dikabulkan dan saya dapat berita yang membesarkan hati saya,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, hasil penanganan tersebut tidak lahir dari kerja satu institusi. Ia menyebut keberhasilan menekan karhutla merupakan hasil kerja bersama atau gotong royong seluruh unsur pemerintah dan aparat.
“Dan ini kerja keras saudara-saudara semua, ya. Terima kasih semuanya. Ini teamwork. Aku senang tadi istilah Anda itu, gotong royong. Saya suka sekali,” ujar Prabowo.
Ia menekankan pentingnya sinergi TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga unsur sipil dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, pola kerja bersama tersebut perlu dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain.
“TNI, Polri, BPBD, semua jalur, semua unsur pemerintah daerah, ya. Sipil, semuanya bergerak. Ini, ini yang kita ingin kan. Jadi saya terima kasih, saya besar hati. Laksanakan kegiatan ini,” kata Prabowo.
Presiden kemudian meminta agar penyelesaian sisa sekitar 900 hektare karhutla menjadi prioritas. Setelah seluruhnya dipadamkan, Prabowo meminta laporan disampaikan kepada Panglima TNI dan Kapolri.
“Minimal, begitu 900 hektar selesai, ya, saya minta laporannya Panglima TNI ya, sama Kapolri,” tegasnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla harus mendapat penghormatan dan apresiasi. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Riau serta jajaran BPBD dan unsur pemerintah lainnya.
“Enggak, kita sekarang ini harus menghormati kerja keras. Tentunya nanti BPBD dan jalur-jalur yang lain-lain kita juga hormati ya. Gubernur terima kasih,” ujar Prabowo. (agr/nba)
Load more