PASPI: Sawit Indonesia Diproyeksi Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050
- Istimewa
“Sedangkan potensi minyak nabati lain sudah hampir mentok kecuali rapeseed atau kanola yang masih bisa meningkat sedikit meski jauh lebih rendah dari sawit,” sebutnya.
Ia menjelaskan, minyak sawit juga memiliki sejumlah keunggulan lain seperti pasokan yang relatif stabil sepanjang tahun, harga kompetitif, serta keterlibatan sekitar 42 persen petani sawit rakyat.
Selain itu, industri sawit melibatkan jutaan unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang rantai pasok mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Dengan harga kompetitif tersebut industri sawit berperan besar dalam menyediakan minyak nabati yang terjangkau bagi masyarakat dunia, termasuk kelompok berpendapatan rendah di berbagai negara.
“Jadi, minyak sawit lebih sustainable secara ekonomi, sosial, dan ekologis dibandingkan minyak nabati lain,” tegasnya.
Tungkot mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit untuk menjadi salah satu agenda penting mengingat kebutuhan minyak nabati dunia pada masa mendatang akan semakin bergantung pada komoditas tersebut.
Ia menjelaskan, terdapat dua strategi utama dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Pertama, peningkatan produktivitas secara keseluruhan melalui peremajaan tanaman (replanting) menggunakan varietas unggul yang disertai dengan perbaikan dan inovasi praktik perkebunan terbaik.
Kedua, peningkatan produktivitas secara parsial pada perkebunan kelapa sawit eksisting melalui penerapan good agricultural practices (GAP), inovasi teknologi budidaya dan pemanenan, serta peningkatan efisiensi pengolahan di pabrik kelapa sawit.
“Kombinasi kedua strategi peningkatan produktivitas tersebut akan mengantar produktivitas sawit meningkat dua kali lipat,” sebutnya.
Selama ini pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong peremajaan tanaman kelapa sawit melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Program tersebut menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.
“Dengan peningkatan produktivitas yang demikian maka Indonesia dan produsen minyak sawit dunia lain dapat menyediakan minyak sawit untuk kebutuhan masyarakat dunia,” pungkasnya. (muu)
Load more