KDM Dituding Cari Dukungan Simpatisan ke NTT hingga Loncat Partai, Ini Jawaban Gerindra Jabar
- Instagram @dedimulyadi71
Bandung, tvOnenews.com - Kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke lokasi bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai sebagai upaya mencari simpati ke daerah lain.
Tudingan itu muncul setelah pria yang akrab disapa KDM ini, juga diisukan akan loncat partai dari Gerindra ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna pun buka suara. Ia mengaku belum mengetahui dasar munculnya isu tersebut.
Buky menegaskan KDM sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia.
- Cepi Kurnia/tvOne
"Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia," kata Buky saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Selain itu, Buky mengaku belum melihat adanya tanda-tanda KDM akan meninggalkan Gerindra.
"Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini," katanya.
Buky juga membantah anggapan bahwa aktivitas KDM yang kerap mengunjungi berbagai daerah, termasuk di luar Jawa Barat, dilakukan untuk mencari simpati.
Salah satunya saat KDM mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa besar pekan lalu yang kemudian dikaitkan dengan isu kepindahannya ke PSI.
Menurut Buky, ia memahami karakter KDM yang memang senang turun langsung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan.
"Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut," katanya.
Buky mengatakan bantuan yang diberikan KDM juga bukan sesuatu yang berbeda dengan dilakukan sejumlah kepala daerah lain.
Ia menyebut bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur juga diberikan atas dasar kemanusiaan.
"Beberapa gubernur juga memberikan bantuan, seperti dari DKI Jakarta atau Jawa Timur, tetapi itu murni atas dasar aspek kemanusiaan," katanya.
KDM Bantah Loncat Partai
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sendiri membantah tegas isu yang menyebut dirinya akan bergabung dengan PSI.
Bantahan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Partai Demokrat Jawa Barat di Bandung pada Senin (24/8/2026) malam.
Pria yang akrab disapa KDM itu, mempertanyakan sumber munculnya isu tersebut dan menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra.
“Isu dari mana? Kita enggak mungkin menanggapi itu. Ujug-ujug dari mana, tiba-tiba hal yang aneh,” kata KDM.
KDM menegaskan, dirinya tidak memiliki rencana untuk berpindah atau bergabung dengan PSI. Ia juga meminta agar isu tersebut tidak dipercaya.
“Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Gerindra,” tegasnya.
Menurut KDM, kabar mengenai dirinya yang disebut akan masuk PSI merupakan informasi yang tidak benar.
“Bukan tidak benar, itu bohong. Hoaks,” ujarnya. (muu)
Load more