GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polres Jakbar Bongkar Sindikat Produksi Uang Palsu, 11 Orang Jadi Tersangka dan Upal Rp1,5 Miliar Disita

Sebanyak 8.000 lembar uang palsu tersebut kemudian dijual dengan uang asli senilai Rp225 juta kepada seseorang yang masih DPO. 
Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:38 WIB
Polres Jakbar Bongkar Sindikat Produksi Uang Palsu, 11 Orang Jadi Tersangka dan Upal Rp1,5 Miliar Disita
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Barat bersama bersama Polsek Metro Tamansari membongkar sindikat produksi dan peredaran uang palsu (upal) yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, sebanyak 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka memiliki peran berbeda dalam sindikat tersebut. S disebut sebagai pihak yang mendanai dan menyiapkan operasional. Lalu N berperan dalam pencetakan dan finishing, MK dan J mengikat uang, R mendesain, sedangkan W bertugas melubangi atau menyempurnakan hasil produksi,” kata Nasriadi, kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Adapun para pelaku ini ditangkap di lokasi yang berbeda, antara lain di Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cilacap. Selain itu, pihak kepolisian juga masih memburu empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni EA, R, W, dan F.

Polres Jakbar Bongkar Sindikat Produksi Uang Palsu, 11 Orang Jadi Tersangka dan Upal Rp1,5 Miliar Disita
Polres Jakbar Bongkar Sindikat Produksi Uang Palsu, 11 Orang Jadi Tersangka dan Upal Rp1,5 Miliar Disita
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Lebih lanjut Nasriadi menerangkan, para pelaku ini telah melancarkan aksinya sejak Januari 2026, di dua lokasi, yakni Desa Cipedes, Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, dan Desa Belahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.

“Kami menyita barang bukti berupa mesin yang digunakan untuk membuat uang palsu. Mesin yang berada di Tasikmalaya digunakan untuk tahap awal produksi. Sementara mesin yang berada di Banyumas digunakan untuk memperbanyak uang palsu setelah hasil produksi dinilai berhasil,” jelas Nasriadi.

Kemudian, dalam menjalankan aksinya, sindikat tersebut melakukan produksi melalui sejumlah tahapan, mulai dari scanning, digitalisasi, pencetakan, penambahan fitur keamanan hingga finishing.

"Produksi dilakukan sebanyak dua kali di Tasikmalaya. Pada pencetakan pertama, sindikat memproduksi sekitar 12.000 lembar uang palsu. Sebanyak 4.000 lembar dinyatakan cacat, sedangkan 8.000 lembar lainnya dinilai memiliki kemiripan dengan uang asli," jelas Nasriadi.

Sebanyak 8.000 lembar uang palsu tersebut kemudian dijual dengan uang asli senilai Rp225 juta kepada seseorang yang masih DPO. 

Uang palsu itu selanjutnya diedarkan dengan berbagai cara, termasuk dicampur dengan uang asli dan digunakan untuk bertransaksi.

“Sindikat kemudian kembali melakukan pencetakan kedua sebanyak 16.000 lembar. Berbekal pengalaman dari produksi sebelumnya, jumlah uang palsu yang gagal ditekan menjadi sekitar 1.000 lembar, dan 15.000 lembar berhasil dan dinyatakan hampir sama dengan uang asli. Ini yang disebarkan melalui jaringan mereka," terangnya.

Selanjutnya, dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 atau senilai Rp1,56 milar. 

Selain uang palsu, polisi turut menyita sekitar 40 jenis barang bukti, termasuk uang mainan dan uang dolar palsu serta sejumlah peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

Nasriadi menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi Polri bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) dan Bank Indonesia (BI). Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu.

“Jangan tertipu, tetap jalankan protokol pengecekan uang palsu: dilihat, diraba, diterawang,” terang Nasriadi.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby Zulfikar mengatakan, skema pertukarannya menggunakan perbandingan satu banding empat, yakni satu uang asli ditukar dengan empat lembar uang yang diduga palsu.

“Yang 8.000 tersebut diganti dengan uang Rp235 juta, itu merupakan skemanya. Di mana skemanya satu berbanding empat. Ibarat kata, satu uang asli diganti dengan empat uang yang diduga palsu," jelas Bobby. (ars/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geger Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Telan Emas Batangan 50 Gram

Geger Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Telan Emas Batangan 50 Gram

Seorang bocah perempuan berusia lima tahun di China justru nekat menelan sebatang emas murni seberat 50 gram dengan panjang 4,5 sentimeter. Dilansir dari South
Viral Video Dugaan "Perselingkuhan" Pejabat Pemprov Sumbar, Sosok Pria dalam Rekaman Akhirnya Terungkap  

Viral Video Dugaan "Perselingkuhan" Pejabat Pemprov Sumbar, Sosok Pria dalam Rekaman Akhirnya Terungkap  

Video mesra yang diduga melibatkan pejabat Pemprov Sumbar viral di media sosial. Pejabat tersebut mengakui dirinya ada dalam rekaman dan mengundurkan
Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia, Sang Adik Justru Perkuat Hong Kong di Kualifikasi Piala Asia U-20

Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia, Sang Adik Justru Perkuat Hong Kong di Kualifikasi Piala Asia U-20

Adik Mitchell Baker, Joshua Baker, dipanggil Hong Kong U-20 untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Baru 16 tahun, ia punya darah Indonesia dari sang ibu.
Timnas Voli Putri Vietnam Terancam Gagal Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Timnas Voli Putri Vietnam Terancam Gagal Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Vietnam bisa berada dalam situasi yang sulit jelang pertandingan terakhir Pool C AVC Women's Continental 2026. Tran Thi Thanh Thuy dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Jepang di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China pada Selasa (25/8/2026).
Usai Pecahkan Rekor UFC, Islam Makhachev Isyaratkan Pensiun, Bocorkan Sisa Pertarungan

Usai Pecahkan Rekor UFC, Islam Makhachev Isyaratkan Pensiun, Bocorkan Sisa Pertarungan

Islam Makhachev mulai memberi sinyal akan mengakhiri kariernya di UFC. Usai memecahkan rekor kemenangan beruntun, petarung asal Dagestan itu menyebut jumlah.
Viral Muka Masam Cristiano Ronaldo Usai Jabat Tangan Presiden FIFA di Paris

Viral Muka Masam Cristiano Ronaldo Usai Jabat Tangan Presiden FIFA di Paris

Bintang Timnas Portugal Cristiano Ronaldo mendadak jadi perbincangan hangat publik setelah cuplikan video ekspresi wajahnya usai bertemu Presiden FIFA Gianni ..

Trending

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, aktris Korea calon istri Jang Dong Yoon, debut di drama The Tale of Nokdu.
6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

Berikut daftar 6 drama dan 7 film yang dibintangi Kim Seung Yoon, aktris Korea yang akan menikah dengan Jang Dong Yoon.
Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Menilik hitung-hitungan peluang Timnas Voli Putri Indonesia untuk lolos ke perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi masih memiliki asa untuk lolos ke babak selanjutnya meski sebelumnya kalah telak dari Thailand.
Stigma "Gotham City" Disebut-sebut Melekat dengan Jakarta Barat, Begini Respons Wali Kota

Stigma "Gotham City" Disebut-sebut Melekat dengan Jakarta Barat, Begini Respons Wali Kota

Stigma "Gotham City" disebut-sebut melekat dengan Jakarta Barat karena dinilai tidak aman seperti kota fiksi yang penuh kejahatan di DC Comics.
Duel Sesama Perwira Polisi di Palangka Raya, Kanit Reskrim Dicopot Usai Kasat Lantas Masuk RS

Duel Sesama Perwira Polisi di Palangka Raya, Kanit Reskrim Dicopot Usai Kasat Lantas Masuk RS

Seorang perwira polisi berinisial EB harus rela kehilangan jabatannya sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Pahandut. 
Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Di balik keputusan seorang trader, terdapat ekosistem yang mencakup informasi, teknologi, eksekusi, hingga komunitas yang ikut memengaruhi cara mengambil keputusan.
Cekikan Ekonomi Amerika ke Iran Makin Kencang, Ini Lima Sektor Baru yang Terkena Sanksi

Cekikan Ekonomi Amerika ke Iran Makin Kencang, Ini Lima Sektor Baru yang Terkena Sanksi

Sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran berfokus pada lima sektor utama ekonomi negara tersebut, seperti penerbangan, pelayaran, teknologi, emas, dan aset digital, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (24/8).
Selengkapnya

Viral