BNPB Lapor ke Prabowo, Selama 12 Hari Tercatat 7.259 Gempa di NTT
- YouTube Setpres
Jakarta, tvOnenews.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 7.259 kali gempa terjadi sejak 15 Agustus hingga Selasa (25/8/2026), di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, perkembangan penanganan bencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/8/2026).
Suharyanto menjelaskan, episentrum gempa berada di sebelah utara lokasi Presiden Prabowo berada, tepatnya di wilayah Kabupaten Nagekeo. Getaran gempa kemudian berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores.
“Izinkan kami menyampaikan update hari ini, hari ke-12 Bapak Presiden, terkait dengan penanganan tanggap darurat bencana gempa di Flores. Jadi gempa ini untuk episentrumnya atau titiknya ada di sebelah utara tempat kita ini Bapak Presiden, di Nagekeo,” kata Suharyanto.
Tujuh wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.
“Ada satu kabupaten yaitu Flores Timur yang tidak terdampak, tetapi Flores Timur itu terkena bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Bapak Presiden, yang beberapa tahun ini juga terus melaksanakan erupsi,” ujarnya.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian dalam laporan BNPB adalah tingginya frekuensi aktivitas kegempaan. Berdasarkan data yang dilaporkan Suharyanto, sebanyak 7.259 kali gempa tercatat dalam periode 15 Agustus hingga 25 Agustus 2026.
Presiden Prabowo sempat memastikan kembali angka tersebut saat mendengarkan laporan Suharyanto.
“Gempa?” tanya Prabowo.
“Gempa, Bapak Presiden. Kemarin sampai jam 5 sore itu masih terjadi gempanya 7.259 kali,” jawab Suharyanto.
Prabowo kemudian menanyakan apakah angka tersebut merupakan jumlah gempa dalam satu hari.
“Satu hari saja?” tanya Prabowo.
“Dalam kurun waktu dari mulai tanggal 15 sampai hari kemarin Bapak Presiden,” kata Suharyanto.
“Total Bapak Presiden,” lanjutnya.
Artinya, angka 7.259 merupakan akumulasi aktivitas gempa selama hampir 12 hari, bukan jumlah guncangan yang terjadi dalam satu hari.
Meski frekuensi gempa tercatat sangat tinggi, Suharyanto menyebut tidak ada lagi gempa dengan kekuatan seperti sebelumnya. Ia mengatakan gempa dengan magnitudo di atas 7,7 sudah tidak terjadi lagi.
Namun, aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Berdasarkan data yang disampaikan BNPB, jumlah gempa susulan yang dirasakan masyarakat meningkat dari 142 menjadi 143 kali sejak 15 Agustus.
“Tapi yang tidak ada lagi yang gempanya di atas 7,7. Ada gempa yang 6,2, ini dari Kepala BMKG nanti mungkin akan menjelaskan secara lebih rinci. Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa,” jelas Suharyanto.
Presiden Prabowo kembali memastikan periode penghitungan gempa susulan tersebut.
“Dari hari ini?” tanya Prabowo.
“Dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal satu kali kemarin Bapak Presiden,” jawab Suharyanto.
Data tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di Flores masih berlangsung, meski intensitas guncangan yang dirasakan masyarakat mulai menurun. Pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan gempa, sementara informasi lebih rinci mengenai karakteristik dan aktivitas seismik selanjutnya akan disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (agr/ree)
Load more