GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Ungkap Hutan NTT Banyak Berkurang, Target 10 Tahun Daerah Gundul Kembali Hijau

Presiden Prabowo Subianto menyoroti berkurangnya tutupan pohon di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 
Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:02 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Dokumentasi Setpres

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti berkurangnya tutupan pohon di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar hutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo mendorong pemerintah mempercepat penghijauan dengan membangun pusat persemaian atau nursery di tingkat provinsi hingga kabupaten. 

Seluruh lahan terbuka diarahkan untuk ditanami pohon produktif serta tanaman yang dapat membantu menjaga ketersediaan air.

“Ini saya cukup mengertilah daerah-daerah sini ya. Masalah di sini adalah masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang, ya. Kalau tidak salah dari dulu ya, rakyat di sini juga banyak bakar hutan ya? Benar kan? Benar saya hafal, saya tahu,” kata Prabowo, saat memimpin rapat terkait penanganan bencana gempa di NTT, sebagaimana ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/8).

Prabowo mengatakan persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan melalui penindakan, tetapi membutuhkan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membuka lahan tanpa membakar hutan.

“Saya waktu muda juga lama di daerah-daerah sini, ya. Masalahnya itu. Jadi rakyat kita harus dikasih pendidikan, buka lahan tidak boleh dengan bakar-bakar. Tapi oke, itu memang masalah,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Prabowo juga menyinggung sejarah kawasan NTT yang menurutnya dahulu memiliki tutupan hutan jauh lebih lebat. Ia mengaitkan berkurangnya sumber daya kayu dengan sejarah eksploitasi pada masa kolonial.

“Di sini dulu daerahnya ini lebat kalau kita pikir 100 tahun yang lalu, 200 tahun yang lalu, ya. Portugis, Spanyol datang ke sini mencari kayu untuk angkatan laut mereka,” katanya.

Prabowo mengatakan kebutuhan kayu untuk membangun armada laut menjadi salah satu bagian dari sejarah kekuatan militer negara-negara besar pada masa lalu.

“Makanya mereka menjajah Timor Timur, mereka masuk ke Timor Barat, nyari kayu kita untuk angkatan laut mereka. Jadi superpower itu dulu superpower kekuatan militernya di angkatan laut, angkatan lautnya dari kayu. Ya ini kita ingatkan. Oke itu sudah sejarah,” ujarnya.

Namun, Prabowo menekankan pemerintah saat ini harus berfokus pada pemulihan kondisi lingkungan dan peningkatan tutupan vegetasi.

Prabowo mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah membentuk tim yang melibatkan Universitas Pertahanan (Unhan), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempelajari metode percepatan penghijauan dari sejumlah negara.

“Saya telah membentuk waktu itu Unhan, Dikti sama BRIN untuk keliling ke beberapa negara belajar bagaimana mempercepat penghijauan. Mempercepat penghijauan,” kata Prabowo.

Hasilnya, pemerintah akan mendorong pembangunan nursery dan pusat perbenihan di tingkat provinsi dan kabupaten. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menyemaikan berbagai jenis pohon yang dinilai produktif.

“Jadi nanti dibantu oleh pusat, kita bangun nursery, perbenihan ya, di Provinsi dan di tiap Kabupaten perbenihan untuk disemaikan benih-benih pohon yang produktif,” ujarnya.

Prabowo menegaskan penghijauan tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan tutupan pohon, tetapi juga menjaga fungsi ekologis kawasan, terutama dalam mempertahankan ketersediaan air.

“Ya, pohon dan tanaman produktif. Semua lahan yang terbuka kita tanam pohon yang produktif dan pohon-pohon untuk mengamankan air,” ungkapnya.

Selain penanaman pohon, Prabowo mendorong penerapan konsep permaculture di kawasan pegunungan. 

Menurutnya, metode tersebut membutuhkan waktu dan pengelolaan yang konsisten untuk menghasilkan dampak terhadap tata air.

“Kemudian gunung-gunung kita lakukan apa yang disebut permaculture. Permaculture ini memang tidak bisa langsung satu-dua tahun hasilnya, tapi kalau dilakukan dengan teliti dalam empat, lima, enam tahun itu bisa menampung dan menambah air di dalam bumi,” tegasnya.

Menurut Prabowo, pemulihan lingkungan membutuhkan kesabaran karena hasilnya tidak dapat diperoleh secara instan. 

Namun, apabila dilakukan secara konsisten, kawasan yang saat ini gundul diyakini dapat kembali hijau dalam satu dekade.

“Ini sangat penting ya, jadi ini saya yakin dengan permaculture daerah-daerah gundul ini dalam 10 tahun bisa hijau kembali, ya,” tutup dia. (agr/dpi)
 

 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Melawan Kemustahilan, Statistik Thailand di Kandang Vietnam Bikin Gajah Putih Kesulitan Remontada di Final Piala AFF 2026?

Melawan Kemustahilan, Statistik Thailand di Kandang Vietnam Bikin Gajah Putih Kesulitan Remontada di Final Piala AFF 2026?

Thailand bukan hanya wajib membalikkan keadaan dari Vietnam di leg kedua Piala AFF 2026 saja, tapi juga mencetak gol dengan selisih lebih dari dua gol di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). 
Park Ji Hoon Fancon Pekan Ini, Sapa Fans Indonesia: Terima Kasih Sudah Menungguku

Park Ji Hoon Fancon Pekan Ini, Sapa Fans Indonesia: Terima Kasih Sudah Menungguku

Aktor Korea Selatan, Park Ji Hoon akan menyapa fans Indonesia dalam acara bertajuk 2026 PARK JI HOON FAN CONCERT ASIA TOUR [RE:FLECT].
Tak Perlu Lagi ke Jakarta! Warga Lampung Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur

Tak Perlu Lagi ke Jakarta! Warga Lampung Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur

Maskapai TransNusa mulai memperkuat konektivitas penerbangan domestik dengan membuka rute langsung Jakarta-Lampung.
BMKG Ungkap Peringatan Tsunami Flores Disebarluaskan Dalam Waktu 2 Menit 16 Detik

BMKG Ungkap Peringatan Tsunami Flores Disebarluaskan Dalam Waktu 2 Menit 16 Detik

Sistem peringatan dini tsunami menjadi salah satu faktor penting dalam menekan dampak bencana setelah gempa mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Diperluas ke 10 Kota, Sinar Mas Siap Dukung Ekosistem Digital Indonesia

Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Diperluas ke 10 Kota, Sinar Mas Siap Dukung Ekosistem Digital Indonesia

Sinar Mas mendukung Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia, mengembangkan talenta AI, startup, UMKM, serta membuka akses ke investor global.
Pelatih Negeri Ginseng Sukses di Asia Tenggara, Media Korea Soroti Jalan Mulus Shin Tae-yong Bersama Persija

Pelatih Negeri Ginseng Sukses di Asia Tenggara, Media Korea Soroti Jalan Mulus Shin Tae-yong Bersama Persija

Tak hanya satu, ada tiga pelatih Korea Selatan yang meramaikan sepak bola Asia Tenggara. Dari mulai pelatih Vietnam Kim Sang-sik, pelatih Selangor FC Kim Pan-gon dan pelatih Persija Shin Tae-yong. 

Trending

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Seorang pedagang cimin di Cirebon berinisial US (45) diduga melakukan perbuatan cabul terhadap sedikitnya tujuh anak perempuan berusia 6–9 tahun.
Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Polda Metro Jaya menyediakan layanan Samsat Keliling untuk membantu para wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), Rabu. 
AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

Pemerintah China tak ingin hubungan kerja samanya dengan Iran diganggu karena masih dalam kerangka internasional termasuk oleh Amerika Serikat.
Jelang Demo 27 Agustus 2026, Massa Aksi Mulai Siapkan Atribut Depan Gedung DPR

Jelang Demo 27 Agustus 2026, Massa Aksi Mulai Siapkan Atribut Depan Gedung DPR

Menjelang demo yang dijadwalkan akan digelar pada Kamis (27/8/2026), massa aksi mulai menyiapkan atribut di depan gedung DPR RI. 
Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Lima zodiak diprediksi paling beruntung soal karier besok, 27 Agustus 2026. Ada peluang baru, apresiasi kerja, hingga kesempatan sukses yang tak boleh dilewatkan!
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 27 Agustus 2026: Taurus Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 27 Agustus 2026: Taurus Panen Dana Ekstra

Memasuki penghujung Agustus 2026, kondisi finansial sejumlah zodiak diprediksi membawa kejutan menarik. Siapa yang diprediksi bakal kebanjiran rezeki besok?
Hati Makin Berbunga-Bunga, 5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok 27 Agustus 2026

Hati Makin Berbunga-Bunga, 5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok 27 Agustus 2026

5 zodiak diprediksi paling beruntung soal cinta besok, 27 Agustus 2026. Ada yang mendapat perhatian spesial hingga hubungan makin romantis. cek zodiaknya!
Selengkapnya

Viral