Kemerdekaan Sejati Tak Cukup Berdiri Sendiri, Syarikat Islam Dorong Kemandirian Ekonomi Umat
- Istimewa
“Bagi Syarikat Islam, ada tiga dasar yang selalu berkelindan, yaitu Islam, nasionalisme dan keindonesiaan. Itu merupakan satu kesatuan,” ujar Hamdan dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Menurut Hamdan, perjuangan Syarikat Islam pada masa awal juga tidak dapat dilepaskan dari persoalan ekonomi. Ketertinggalan ekonomi masyarakat berdampak terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, ia menilai semangat dasar Syarikat Islam perlu kembali dihidupkan melalui gerakan ekonomi umat. Kemajuan umat Islam dan kemajuan Indonesia, kata Hamdan, merupakan dua hal yang saling berkaitan.
“Majunya umat Islam adalah majunya Indonesia, majunya Indonesia adalah majunya umat Islam. Meningkatnya harkat dan martabat ekonomi umat, sudah pasti meningkat juga harkat dan martabat ekonomi bangsa Indonesia,” jelasnya.
Keteladanan Rasulullah dan Perjuangan Ekonomi
Hamdan menambahkan, keteladanan Rasulullah SAW perlu dipahami sebagai semangat membangun peradaban yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menciptakan kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik.
Ia menyebut cita-cita Syarikat Islam mengenai kemerdekaan sejati salah satunya diwujudkan melalui kemandirian politik, kemandirian ekonomi, serta kemampuan menjaga kepribadian luhur bangsa.
Pandangan mengenai pentingnya membangun generasi dan masyarakat yang mandiri juga disampaikan Wakil Menteri Agama Romo H. R. Muhammad Syafii. Ia menilai sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi Syarikat Islam dan mengapresiasi upaya organisasi tersebut untuk kembali memperkuat khitah perjuangan, khususnya di bidang ekonomi.
Menurutnya, perhatian kepada anak yatim dalam rangkaian Maulid Nabi juga berkaitan dengan masa depan bangsa.
“Kalau ingin melihat masa depan Indonesia, maka bagaimana kita memperlakukan anak-anak masa kini,” ujar Romo Muhammad Syafii.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Danhil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya kembali memahami pemikiran tokoh pergerakan Islam, termasuk H.O.S. Tjokroaminoto.
“H.O.S. Tjokroaminoto merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pemikiran bangsa Indonesia. Salah satu gagasan yang dikenal dari pemikirannya adalah sosialisme Islam, yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai keislaman dapat diterjemahkan dalam gagasan sosial untuk kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Load more