65 Orang Diamankan Polda Metro Jaya Jelang Aksi di Jakarta Hari Ini
- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang menjelang aksi demonstrasi 27 Agustus di gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
"Dari rangkaian ini, ada 65 orang yang sudah diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers.
Budi mengungkapkan, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, air soft gun hingga bahan-bahan untuk membuat bom molotov.
Barang-barang bukti merupakan barang yang dilarang untuk dibawa dalam penyampaian pendapat berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
"Ini ada senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, bahan ataupun benda yang
dipersiapkan membuat bom molotov, termasuk tujuh jerigen berisi bensin dan 201 botol kaca berikut sumbu," ujarnya.
"Ada tertera di Pasal 9, barang-barang yang tidak
diperbolehkan dibawa pada saat penyampaian aspirasi," sambungnya.
Saat ini seluruh pihak yang diamankan sedang didalami lebih lanjut oleh Polisi guna mengetahui apakah merupakan kelompok yang akan melakukan aksi di Jakarta.
"Ini masih dilakukan pendalaman, apakah dari 65 orang yang diamankan merupakan bagian dari saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi," tandasnya.
Di sisi lain dalam rencana aksi di Jakarta hari ini, Belasan ribu personel telah disiagakan. Pengamanan rencananya dilakukan secara berlapis agar penyampaian aspirasi masyarakat berjalan dengan aman dan tertib.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung memastikan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Ia juga mengaku Polisi tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi," katanya.
Ia mengungkapkan petugas yang bertugas mengamankan aksi tidak akan dilengkapi oleh senjata api maupun senjata tajam.
"Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," ungkapnya.
Reynold mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi untuk memperhatikan perkembangan situasi di lapangan dan mengikuti arahan petugas.
Load more