Pulihkan Hak Sipil Korban Gempa NTT, Tim Dukcapil Telah Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan
- Istimewa
Teguh menyampaikan bahwa pola gerak petugas di lapangan disesuaikan dengan kondisi geografis dan sebaran kantong pengungsian. "Setiap tim lapangan dibekali perangkat perekaman dan pencetakan portabel, pasokan blangko KTP-el, hingga jaringan internet satelit. Kami tidak membuka layanan statis menunggu masyarakat datang, melainkan menyisir posko-posko pengungsian dan desa terdampak agar pencetakan KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, maupun dokumen kependudukan lainnya bisa langsung diserahkan kepada pemohon," bebernya.
Bagi masyarakat, kehadiran layanan jemput bola ini memberi manfaat yang langsung terasa. Warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh menuju kantor kecamatan atau kabupaten yang sebagian kondisinya justru rusak akibat gempa, tidak dipungut biaya sepeser pun, dan tidak harus mengantre berhari-hari di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas.
Dokumen yang diterbitkan hari itu juga bisa langsung digunakan warga untuk berbagai keperluan mendesak pascabencana, seperti syarat pengambilan bantuan logistik dan bantuan sosial, pendaftaran layanan kesehatan dan pengobatan di posko medis, pendaftaran ulang sekolah anak-anak korban gempa, hingga pengurusan klaim bantuan perbaikan rumah dan proses rehabilitasi permukiman di kemudian hari.
Untuk mendapatkan layanan ini, warga cukup mendatangi posko pengungsian atau tenda pelayanan adminduk terdekat selama periode pelaksanaan 24–27 Agustus 2026 tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.
Petugas akan melakukan verifikasi data kependudukan warga meski dokumen fisik seperti KTP-el lama atau Kartu Keluarga telah hilang atau rusak. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Dukcapil 168, mengakses laman dukcapil.kemendagri.go.id, atau menyampaikan aduan melalui kemendagri.lapor.go.id.
Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, yang memimpin langsung tim pelayanan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, menambahkan, selain melayani penerbitan dokumen darurat secara langsung, Ditjen Dukcapil menyerahkan hibah peralatan dan logistik blangko KTP-el kepada dinas setempat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan Dinas Dukcapil di daerah terdampak bencana gempa ini tetap memiliki kapasitas operasional yang memadai guna melanjutkan pemulihan dokumen warga selama masa tanggap darurat berlangsung, bahkan setelah tim pusat menyelesaikan masa tugasnya di lapangan.
Load more