News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Pengeroyokan Pria Diduga Oleh Anak Buah Hercules di Pejompongan hingga Meregang Nyawa

Kronologi Bambang Setiyawan diduga dikeroyok di Pejompongan saat kerusuhan 27 Agustus 2026, dari aktivitas terakhir hingga penyelidikan polisi.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:49 WIB
Hercules diduga turunkan anak buahnya dari GRIB Jaya dalam aksi kericuhan massa di Pejompongan
Sumber :
  • Tangkapan Layar Threads @dark_lyre

Jakarta, tvOnenews.com - Kematian Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih dalam penyelidikan polisi. Bambang diduga menjadi korban pengeroyokan saat kerusuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, berujung kericuhan. Massa yang sebelumnya berada di sekitar kompleks parlemen kemudian bergerak menuju sejumlah wilayah, termasuk Pejompongan hingga Palmerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah situasi tersebut, Bambang yang diketahui berjualan cermin di kawasan Pejompongan dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga kemudian mendapat kabar mengenai kondisi Bambang hingga akhirnya mengetahui adanya video yang memperlihatkan dirinya diseret dan diduga dikeroyok sejumlah orang.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan fakta hukum untuk memastikan kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Bambang.

Bambang Masih Berjualan hingga Kamis Sore

Berdasarkan keterangan istrinya, Sudarsi (56), Bambang masih berjualan cermin di kawasan Pejompongan pada Kamis sore.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Sudarsi meminta suaminya menutup dagangan karena melihat massa mulai berdatangan. Bambang kemudian mengikuti permintaan tersebut dan menutup tempat dagangannya.

Setelah itu, Bambang sempat mengantar seseorang yang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya menggunakan sepeda motor. Ia kemudian kembali ke rumah pada malam hari, sekitar pukul 21.00 hingga 21.30 WIB.

Saat Bambang kembali, situasi di Jalan Pejompongan Raya masih berkaitan dengan pergerakan massa. Massa yang dipukul mundur dari kawasan DPR bergerak masuk menuju wilayah Pejompongan dan Palmerah.

Bambang Keluar Rumah dan Tak Kunjung Kembali

Menurut keluarga, Bambang kemudian kembali keluar menuju area tokonya setelah menganggap kondisi sudah mulai mereda.

Namun, Bambang tidak pernah kembali ke rumah.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsi masih berusaha mencari keberadaan suaminya. Ia mendatangi tempat teman-teman Bambang dan meminta mereka menyampaikan pesan agar Bambang segera pulang apabila bertemu dengannya.

Keluarga baru menerima kabar mengenai kondisi Bambang sekitar pukul 04.00 WIB. Belakangan, keluarga mengetahui adanya video yang memperlihatkan Bambang diseret dan diduga dikeroyok oleh sejumlah orang.

"Justru kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu," tutur Sudarsi.

Polisi Terima Laporan Pengeroyokan

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyatakan masih menyelidiki kematian Bambang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan polisi masih mengumpulkan fakta-fakta hukum yang diperoleh dari lapangan.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh," kata Iman.

Polisi sebelumnya juga menerima laporan mengenai adanya seseorang yang menjadi korban pengeroyokan di lokasi.

Namun, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena kondisi di lapangan ketika itu belum kondusif.

Setelah lokasi berhasil diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya kemudian mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi pingsan.

Bambang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mintoharjo. Ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Muncul Dugaan Keterlibatan Ormas

Di tengah penyelidikan, muncul dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kericuhan di kawasan Pejompongan.

Di media sosial, warganet menuding Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya sebagai pihak yang berhadapan dengan warga di sekitar Pejompongan ketika kerusuhan berlangsung.

GRIB Jaya juga dikaitkan dengan sebuah truk yang dibakar massa pada Kamis malam. Truk tersebut disebut menjadi sasaran massa karena diduga mengangkut anggota ormas.

Selain itu, beredar video yang memperlihatkan sekelompok orang turun dari sebuah mobil di tengah kericuhan di Pejompongan. Dalam video tersebut, sejumlah orang terlihat mengenakan ikat kepala putih dan membawa benda yang disebut menyerupai senjata.

Perekam video menyebut kelompok tersebut sebagai orang-orang yang dikaitkan dengan Hercules atau GRIB Jaya. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan yang beredar di media sosial.

GRIB Jaya membantah keterlibatan secara kelembagaan dalam kerusuhan tersebut.

Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan tidak ada instruksi dari Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, kepada anggotanya untuk turun dalam demonstrasi pada Kamis.

"Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu," kata Colling.

Polisi Belum Pastikan Ormas Terlibat

Polda Metro Jaya hingga kini belum memastikan keterlibatan ormas tertentu dalam kericuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan polisi masih melakukan pendalaman dan membutuhkan verifikasi terhadap informasi yang beredar.

"Terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman, karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu, ya," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

Polisi juga menyoroti banyaknya informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut. Menurut Budi, tidak semua unggahan dapat langsung dianggap menggambarkan kejadian sebenarnya karena berpotensi mengandung disinformasi, provokasi, hingga hoaks.

Karena itu, dugaan keterlibatan kelompok tertentu maupun mobilisasi massa masih harus diverifikasi.

Sementara penyelidikan berjalan, keluarga Bambang masih menunggu kejelasan mengenai peristiwa yang menyebabkan dirinya meninggal dunia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah mendatangi rumah duka pada Jumat (28/8/2026) malam.

Warga yang berkumpul di sekitar rumah korban kemudian meminta pemerintah dan kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut serta menangkap pihak yang bertanggung jawab. (nsp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

‎Enam Pekan Super League Berjalan, Komite Wasit PSSI Soroti Penggunaan VAR yang Masih Perlu Diperbaiki

‎Enam Pekan Super League Berjalan, Komite Wasit PSSI Soroti Penggunaan VAR yang Masih Perlu Diperbaiki

PSSI telah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan Super League 2026/2027 yang berlangsung selama enam pekan pertama.
Polisi Ungkap Kondisi Terkini Terduga Pelaku dan Mantan Kopassus yang Jadi Korban Pembacokan di Cakung

Polisi Ungkap Kondisi Terkini Terduga Pelaku dan Mantan Kopassus yang Jadi Korban Pembacokan di Cakung

Kondisi terkini terduga pelaku dan mantan anggota Kopassus yang menjadi korban pembacokan di Cakung, Jakarta Timur, diungkap pihak kepolisian. Korban mengalami luka bacok di bagian kanan, sedangkan terduga pelaku mengalami luka pada bagian leher dan pelipis akibat bantingan korban yang melakukan perlawanan.
Hasil Timnas Indonesia Abroad: Kevin Diks Absen Bela Borussia Monchengladbach Hingga Dean James Bersinar di Liga Belanda

Hasil Timnas Indonesia Abroad: Kevin Diks Absen Bela Borussia Monchengladbach Hingga Dean James Bersinar di Liga Belanda

Seharusnya terdapat dua pemain Timnas Indonesia yang membela klub mereka masing-masing dalam laga lanjutan Liga Belanda dan Liga Jerman. 
Dirumorkan Dapat Hadiah Butik di Madinah dari Suami dan Mertua, Celine Evangelista Beri Respons Begini

Dirumorkan Dapat Hadiah Butik di Madinah dari Suami dan Mertua, Celine Evangelista Beri Respons Begini

Dirumorkan dapat hadiah butik di Madinah dari suami dan mertua, Celine Evangelista beri respons begini.
Boccia Tutup Perjuangan Tim Indonesia di Asian Para Games 2026 dengan Emas

Boccia Tutup Perjuangan Tim Indonesia di Asian Para Games 2026 dengan Emas

Mengalahkan Thailand, tim mixed-BC1/BC2 Indonesia berhasil meraih medali emas dengan menang telak 11-3 di Nagoya City Generay Gymnasium, Sabtu (24/10/2026). 
BNPB Sebut Ada Penambahan Kejadian Karhutla di 16 Wilayah

BNPB Sebut Ada Penambahan Kejadian Karhutla di 16 Wilayah

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia diupdate BNPB. Kabarnya terjadi penambahan titik api atau kejadian karhutla di beberapa wilayah.

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tim para atletik Indonesia mendapatkan torehan impresif berupa 22 medali dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Hasil ini bahkan membawa Tim Indonesia ke peringkat ke delapan klasemen Asian Para Games 2026 per Jumat (23/10/2026). 
Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Ubed tampil meyakinkan dengan menyingkirkan wakil Taiwan Chi Yu Jen dalam dua gim langsung 21-15, 21-13 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (24/10/2026).
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) melanda wilayah seluas 31,68 hectare yang berada dalam Kawasan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia di Puulemo dan Baula
Viral! Nathalie Holscher Kena Omel Sule dan Aripat setelah Prank Adzam Lewat Jasa Konten Kreator Polisi Anak

Viral! Nathalie Holscher Kena Omel Sule dan Aripat setelah Prank Adzam Lewat Jasa Konten Kreator Polisi Anak

Artis Nathalie Holscher dimarahi oleh mantan suaminya, Sule dan suaminya, Aripat akibat viral menakuti anaknya, Adzam dengan jasa unik TikToker polisi anak 84.
Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Polri berhasil membongkar pengoperasian laboratorium rahasia pembuat narkoba sabu-sabu berskala raksasa di kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh. Dimana
Selengkapnya

Viral