Karhutla Kalteng Belum Padam, 15 Titik Masih Terbakar dan Armada Udara Diperkuat
- TikTok @blopper0
“Water bombing bukan berdiri sendiri. Harus terintegrasi dengan tim di darat. Setelah api ditekan dari udara, pasukan di lapangan harus memastikan titik tersebut benar-benar aman dan tidak muncul kembali,” jelasnya.
Puluhan Ribu Hektare Lahan Terbakar
Skala karhutla di Kalteng tercermin dari luas lahan yang terdampak serta banyaknya titik panas yang terpantau.
Secara keseluruhan, tercatat 38.916 titik panas di Kalimantan Tengah. Sementara itu, luas lahan terbakar berdasarkan laporan daerah mencapai 60.028,77 hektare.
Adapun berdasarkan pantauan Sipongi, luas lahan terbakar tercatat 7.634,46 hektare.
Jumlah kejadian karhutla yang dilaporkan juga mencapai 2.090 kejadian.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk terus memperkuat upaya pemadaman sekaligus mengarahkan sumber daya ke wilayah yang memiliki tingkat kerawanan dan dampak paling tinggi.
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan
Selain mengandalkan armada udara, penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi darat.
Saat ini sebanyak 7.208 personel gabungan telah dikerahkan. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta relawan.
Jumlah personel tersebut masih ditargetkan untuk ditingkatkan hingga 10.700 orang guna memperkuat operasi pemadaman di lapangan.
Penguatan pasukan darat diperlukan agar titik kebakaran yang telah ditekan dari udara dapat segera ditangani dan dipastikan tidak kembali terbakar.
Dengan pola tersebut, pemadaman tidak hanya berfokus pada menjatuhkan air dari udara, tetapi juga memastikan kondisi titik api setelah operasi water bombing selesai dilakukan.
TMC Masih Berlangsung
Pemerintah Kalteng juga menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai bagian dari penanganan karhutla.
Hingga kini, tiga periode pelaksanaan TMC telah diselesaikan. Sementara periode keempat berlangsung sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan operasi pemadaman darat dan udara dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi.
Enam Wilayah Jadi Fokus Pemadaman
Agustiar meminta operasi pemadaman difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan dan dampak paling tinggi.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian tersebut meliputi Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur khususnya Sampit, Katingan, dan Seruyan.
Menurut Agustiar, setiap sumber daya yang tersedia harus diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan intervensi agar penanganan karhutla berlangsung efektif.
Load more