Luka Luar Sudah Memprihatinkan, Keluarga Tolak Autopsi Jenazah Bambang Setiawan: Enggak Tega
- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Setelah keputusan tersebut diambil, keluarga meminta agar jenazah segera dipersiapkan untuk dimakamkan.
“Ya dengan itu ya aku minta sudah langsung diberesin, minta rapihin dimandikan dan dikafani terus kita salatin, kita berangkat dari sana juga sebelum azan. Aku sampai sini (rumah) karena itu sudah Jumatan sudah mulai Jumatan,” tuturnya.
Meski keluarga memilih tidak melakukan autopsi, Wisnu mengatakan pihak kepolisian tetap menyampaikan bahwa proses penyelidikan terhadap kasus tersebut akan terus berjalan.
“Ya aku juga berterima kasih sudah dibantu sama pihak-pihak yang terkait, sudah diberi kemudahan juga sudah ditolong, terus mereka juga menawarkan segala macam bantuan kayak penyelidikan bakal terus berjalan,” tegas dia.
Karena itu, keluarga masih menunggu perkembangan penyelidikan mengenai kematian Bambang, termasuk apakah pihak yang diduga terlibat telah berhasil diidentifikasi atau ditangkap.
“Makanya saya juga masih menunggu update kasusnya kayak gimana, saya juga masih menunggu update beritanya kayak gimana apakah memang sudah ditemukan (pelakunya) atau belum gitu karena dari Pak Kabid Humasnya sendiri bakal komunikasi juga,” tandasnya.
Wisnu mengatakan pihak Polda juga menjanjikan informasi terbaru kepada keluarga apabila terdapat perkembangan dalam pendalaman kasus tersebut.
Bambang diketahui meninggal setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam, ketika kerusuhan terjadi setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polisi menyatakan masih menyelidiki kematian Bambang. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya hingga kini masih mengumpulkan fakta-fakta hukum terkait kejadian tersebut.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.
Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan. Namun, evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena situasi di lokasi masih belum kondusif.
“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” kata Budi.
Bambang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. (agr/aag)
Load more