Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Ditunda, Karhutla Jabar Capai 132 Kejadian
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Jabar, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman di Jawa Barat. Hingga 24 Agustus 2026, tercatat sudah 132 kejadian karhutla yang melanda berbagai wilayah dengan total area terbakar mencapai 196,40 hektare.
Situasi ini membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan lebih tegas. Salah satu yang menjadi perhatian adalah aktivitas pendakian gunung.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur, Bogor, serta daerah lain yang memiliki kawasan gunung untuk mempertimbangkan penghentian sementara aktivitas pendakian. Menurutnya, risiko kebakaran di tengah musim kemarau tidak bisa dianggap sepele.
"Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara," ucap Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai. Puntung rokok atau api yang tidak dikendalikan berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi mengering akibat cuaca panas.
"Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar.?. Karena bikin bakar aja nggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya," tutur Dedi.
Bukan hanya kawasan pegunungan, Dedi juga menyoroti potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan langkah mitigasi untuk mencegah api muncul dan meluas.
"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," jelas dia.
Peringatan Dedi muncul di tengah meningkatnya jumlah kejadian karhutla di Jawa Barat. Berdasarkan data BPBD Jawa Barat hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 132 kejadian tercatat di 91 kecamatan dan 153 desa maupun kelurahan.
Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak. Sementara Kabupaten Sukabumi mencatatkan luas lahan terbakar paling besar.
Di Sumedang, terdapat 20 kejadian karhutla yang tersebar di 11 kecamatan dan 21 desa dengan luas lahan terbakar mencapai 21,68 hektare. Kemudian Sukabumi menjadi wilayah dengan dampak kebakaran lahan paling luas yakni 49,20 hektare dari 12 kejadian.
Sejumlah daerah lain juga menghadapi persoalan serupa. Kabupaten Majalengka tercatat mengalami 15 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 25,91 hektare, Kuningan sebanyak 10 kejadian dengan luas 23,80 hektare, serta Kabupaten Cirebon dengan 8 kejadian seluas 20,73 hektare.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Bandung dengan 13 kejadian dan luas area terbakar 16,80 hektare, Subang mencatat 11 kejadian seluas 9,53 hektare dan Purwakarta mengalami 10 kejadian dengan luas lahan terbakar 8,22 hektare. (aag)
Load more