Titik Panas Karhutla di Kalimantan Meningkat, BNPB Ingatkan Kualitas Udara Memburuk
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan terkait meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan per hari Senin (31/8).
Kenaikan titik panas terpantau di tiga provinsi utama, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP. Panjaitan, menjelaskan bahwa dinamika jumlah titik panas di ketiga wilayah tersebut bervariasi.
“Kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah relatif menurun,” ujar Berton SP. Panjaitan di Jakarta, Senin (31/8).
Berdasarkan data pantauan, peningkatan titik api di Kalimantan berdampak langsung pada jarak pandang yang kini hanya berkisar antara satu hingga dua kilometer.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan sebagian besar wilayah di Sumatera, seperti Riau dan Jambi, yang secara umum mengalami penurunan jumlah titik api.
Namun, perhatian khusus tertuju pada Sumatera Selatan yang justru mencatatkan penambahan 209 titik panas, sehingga totalnya kini menembus angka 1.013 titik.
“Sedangkan di Riau maupun di Jambi titik panas berkurang secara signifikan. Jarak pandang pun bervariasi antara empat sampai lima kilometer di Riau maupun Sumatera Selatan, sedangkan Jambi sekitar tujuh kilometer,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, BNPB menekankan pentingnya memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Berton mengimbau agar warga rutin memeriksa laman resmi pemerintah guna mengetahui level kebersihan udara di daerah masing-masing.
“Masyarakat dapat mengakses, sehingga nanti tindakan-tindakan untuk mencegah bila kualitas udara tersebut sudah berbahaya ataupun tidak sehat dapat dilakukan dengan baik,” katanya.
Selain itu, berdasarkan analisis sebaran polutan dari BMKG, kabut asap di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan diprediksi masih akan sangat tebal pada Senin (31/8) hingga Selasa (1/9).
“Kita lihat di Kalimantan Barat, Tengah, maupun Selatan, relatif sangat pekat. Ini menandakan bahwa jumlah asap sangat tebal di daerah-daerah tersebut,” tutur Berton.
Secara rinci, data karhutla per Senin (31/8) menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan di Kalimantan Barat dengan 7.377 titik panas (naik 3.553 titik) dan jarak pandang di bawah 1 kilometer.
Kalimantan Tengah juga mengalami kendala jarak pandang yang sama (<1 km) dengan total 5.244 titik panas.
Sementara di Kalimantan Selatan, tercatat 504 titik panas dengan jarak pandang kurang dari 2 kilometer.
Untuk wilayah Sumatera, Riau mencatatkan penurunan signifikan menjadi 62 titik panas dengan jarak pandang 4-5 kilometer.
Sumatera Selatan memiliki 1.013 titik panas dengan jarak pandang di bawah 5 kilometer, sedangkan Jambi terpantau lebih stabil dengan 49 titik panas dan jarak pandang mencapai 6-7 kilometer. (ant/dpi)
Load more