Kebakaran Hutan Gunung Semeru Semakin Tak Terkendali, Luas Lahan Terdampak Capai 600 Hektare
- Tim tvone - wawan sugiarto
Lumajang, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lereng Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, semakin tak terkendali.
Titik api diketahui masih menyala di jalur pendakian Gunung Semeru, seperti blok Ayak-ayak, Kalimati dan Gunung Kolong, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.
Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut bahkan sudah menghanguskan 600 hektare lebih lahan hutan.
Data tersebut masih bersifat fluktuatif dan diperkirakan akan terus bertambah seiring api yang masih belum berhasil dipadamkan hingga, Senin (31/8).
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, api yang membakar hutan masih sulit dikendalikan.
“Api semakin meluas mengarah ke Kalimati lalu bergeser ke Gunung Kolong, sementara yang di Ayak-Ayak juga masih ada titik api, juga pertigaan Trisula Malang,” ucap Isnugroho di Lumajang, Senin (31/8).
Menurutnya, upaya pemadaman hanya bisa dilakukan oleh petugas gabungan secara manual melalui jalur darat.
Sebab, titik api berada di jalur lereng Semeru yang sulit dijangkau armada tangki. Sedangkan, helikopter water bombing yang sempat membantu proses pemadaman kini sudah dialihkan ke daerah kebakaran di Kalimantan
“Jadi, kita tidak bisa melakukan pemadaman secara teknologi. Jadi, kawan-kawan hanya memantau dan bikin sekat kira-kira eh tidak sampai memasuki kawasan-kawasan pemukiman dan lahan,” ungkapnya.
Hingga kini, petugas masih berjibaku memadamkan kebakaran di lereng Semeru agar tidak semakin meluas dan menjangkau kawasan permukiman padat penduduk. (wso/hen)
Load more